Benarkah Sultan Siak Menyumbang Rp 1000 (seribu) Trilyun?

ada media yang membuat heboh pemberitaan karena jumlah nya, ternyata hitungan media tersebut ngasal, asal2an tanpa analisa komprehensif. Begini perhitungannya (sumber saya sendiri, admin padusi.com)

Yang Mulia Diraja SSK2 serahkan 13jt Gulden tahun 1946, harga emas saat itu 34 koma sekian per troy-ons atau 1.1usd per gram. 1 usd = 1.82 gulden (nilai tukar 1940an).

13jt gulden = 7,142,857 usd = 5,102,040 gram emas.

Harga emas mu saat ini (may 2020) 850ribu/gram, jadi nilai 13 juta gulden setara 4,336,734,693,877 Rupiah atau 4.3T.

Kalau dikonversi atau terjemahkan ke harga emas di tahun dimana harga premium 150/liter, di tahun kelahiran saya, maka sumbangan itu dinilai setara 40.8M.

Kebayang berapa buah mobil bisa dibeli dengan jumlah uang segitu sementara harga bensin nya “hanya” rp 150/liter? Dibandingkan sekarang rp 6500an per liter?

By the way, sudahlah… Lihat dulu sumber berita nya, benar dan kredibel gak melakukan konversi? Terkadang (ada) bbrp media yang asal2an menulis tanpa data valid, atau riser setengah2 bahkan copy paste, bahkan lagi yg parah HIPERBOLA.

Namun Kalau jumlah nya dalam gulden memang di-amini segitu dalam gulden.

Jalan2 lah ke siak, nyebur dulu ke sungai siak, rasakan sensasinya, hanyut sekalian ke selat malaka, biar singgah ke Pulau Penyengat, belajar lagi dengan Yang Mulia Diraja Raja Ali Haji, biar paham Gurindam 12, baca2 juga lah sikit sejarah kerajaan melayu, istana megah di pulau kecil “tersembunyi” namun disegani. Gak Tahu? Iya, karena “Telor Mata Sapi”, yang betelor Ayam, yang dapat nama Sapi… Nah, lebih kurang begitulah hebatnya muslihat para kapitalis, hingga kini.

Kalau dibuka2 sejarah mah, nyesek ya, namun dijaman now siapapun saya atau anda tak usah pongah2an, aku aku-an, dll… Mari redam emosi, membumi, diskusi jadikan buku (sumber ilmu), bukan untuk ajang selfish, jadilah spt pendahulu2 kita yang berkarya dan beraksi tanpa bunyi.

Salam dari Lautan Samudera Melayu Indrapura (yang disebut kapitalis sebagai laut chin* selatan),

Wassalam, Admin padusi.com

— June 8, 2020

What Do You Think?

Thanks elo © 2018