Alhamdulillah akhirnya kelar juga (belum 100% tapi) hehe. Bandara Kebanggaan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau Tanah Gurindam 12 ini, bernama Bandara RHF atau singkatan dari Raja Haji Fisabilillah, diambil dari nama Raja yang tersohor di Tanah Melayu kepulauan riau ini.

Dulu, Bandara di Tanjung Pinang namanya Bandara Kijang, karena memang berada di kota kecil yang bernama Kijang dan Terminal Bandara nya juga kecil sekali. Tapi memang sesuai dengan volume penerbangan yang belum seberapa, jadi harus disyukuri apa yang ada. Nah dengan rasa syukur tersebut akhirnya tahun 2012an pemerintah provinsi kepulauan riau memulai pembangunan terminal baru dan perluasan bandara ini, bandara yang lama juga namun ada pembuatan terminal baru dan landasan bandara yang diperpanjang dan diperbaiki.

Tidak kalah dengan bandara bandara di kota lain, bangunannya megah dengan ciri khas bagian atap yang bergelombang yang menunjukkan ciri khas negeri kepulauan riau.

Mencoba masuk ke terminal baru bandara ini, turun dari pesawat kita disambut dengan Bis, dan ternyata masih Bis Temporer, Bis Sementara saja, karena Bis nya tidak sama dengan bentuk bis yang ada di bandara, karena sepertinya operator bandara menyewa bis biasa untuk antar jemput penumpang dari pesawat ke terminal dan sebaliknya.

Naik bis dan kemudian turun di pintu belakang terminal dan kemudian masuk bangunan terminal untuk mengambil barang bagasi. Pada saat ini penumpang diharusnya turun dari bis, kemudian masuk pintu terminal dan kemudian penumpang harus berjalan naik ke lantai 2 dan kemudian jalan sedikit dan turun lagi ke lantai 1 dan barulah sampai ke conveyor belt untuk pengambilan bagasi, lucu juga ya hehe. Alhamdulillah, tidak seperti terminal bandara yang dulu, sekarang sudah canggih dan nyaman serta bangunannya yang modern, rapi dan bersih.

Naik Turun ke lantai 2 dan ke lantai 1 tadi dikarenakan belum selesainya proses pemasangan garbarata, jadi ya penumpang harus jalan dulu, dan lagian tidak jauh, dekat saja.

Yang kurang nyaman adalah design kendaraan antar dan jemput di luar terminal, area untuk berhenti sementara kendaraan hanya bisa muat 3 kendaraan saja dan kemudian jika banyak di belakang maka akan antri panjang dan kemudian para oknum perusuh yang tidak memiliki kesabaran dan pemakluman terhadap keadaan tersebut akan langsung membunyikan klakson kendaraannya bagaikan sedang antri sembako dan atau seperti sedang kebelet, jadi para wisatawan yang datang ke bandara ini harap bersabar saja.

Semoga proses pembangunannya segera rampung 100% dan kenyamanan penumpang yang datang dan pergi dari terminal bandara ini akan lebih baik, demi kebaikan semua.

Happy Travelling…

— June 29, 2015

What Do You Think?

Thanks elo © 2018