Tembagapura Hollywood – Berawal dari pemikiran, belum adanya Landmark yang benar benar ‘greget’ di Jobsite, khususnya Tembagapura, dengan beberapa ide yang dikumpulkan dalam kepanitiaan 17an tahun 2009 di Jobsite, maka saya ajukanlah ide untuk membuat ‘Hollywood Sign’ di Tembagapura.

Bak gayung bersambut, didalam kepanitiaan sepakat untuk membuat tulisan seperti di Beverly Hills (tulisan besar Hollywood) disisi Barat kota Tembagapura, menempel di lereng jalan arah ke Ridge Camp atau kira kira diatas barrack L atau Mess Flamboyan.

Namun dari data data dan statistic yang ada area tersebut sering terjadi landslide dan wet mud yang selalu bergerak jika hujan, selain riskan, tentunya perlu care maintenance yang lebih sering frequent nya.

Didalam kepanitiaan, saya ajukan Grand Design untuk membuat nya di atas Roofing, tepatnya di atas bangunan Tennis Court Indoor di Tembagapura, persis disebelah posisi pemasangan SIRENE KOTA (Town Siren), karena posisi nya yang Central di tembagapura, juga memiliki view yang lebar dari kiri ke kanan dan menghadap ke arah Banti Village, yang akan sangat indah terlihat dari arah Bukit Barat atau dari posisi Helipad 68 ketika ada passenger turun ataupun visitor. Dalam kegelapan malam pun akan indah ketika di sorot dengan spot lighting, karena permukaan huruf dilapisi Scotchlite berwarna putih yang reflective dari Shop kami di Facilities Management, tepatnya group Sign Writing.

Didalam beberapa project, saya selalu membiasakan lebih membaur dengan team, walaupun sebagai coordinator (supervisor & superior) mereka, saya selalu membiasakan menawarkan bantuan kepada team saya, sebagai bagian dari support untuk team bekerja lebih baik, penuh semangat dan diberikan perhatian lebih, … its part of a better leadership yang saya tanamankan kepada team. Khususnya dalam project ini, selain sebagai project manager, juga merangkap sebagai Designer dan Drafter, karena memang rancangan untuk Landmark ini perlu beberapa sentuhan lebih dan alhamdulillah saya memiliki sedikit kemampuan dalam rancangan.

Grand Design awal di release pada May 2009, dan dibawakan kedalam forum kepanitiaan 17an untuk dirapatkan, dan alhamdulillah semua rekan rekan di kepanitiaan setuju dan team kepanitiaan makin semangat dengan adanya sesuatu yang baru di Tembagapura bertepatan nanti selesainya dengan perayaan hari kemerdekaan RI di bulan agustus 2009.

Setelah Grand Design jadi dan disetujui oleh semua pihak, sampai ke penasehat kepanitiaan (presdir PTFI), maka dimulailah proses piloting, yaitu untuk melakukan pengetesan dengan membuat prototype untuk melihat kesesuaian bentuk (shaping) dan lumen lighting yang didapatkan ketika nantinya sudah berada di atas roofing (atap).

Juga pada saat bersamaan, team saya minta melakukan pengetesan windspeed dan pengumpulan data arah angin untuk roofing Tennis Court Tembagapura, serta melakukan survey kekuatan penopang statis bangunan tersebut dari dalam.

proses piloting (prototype alhamdulillah berhasil), dilakukan bersama pada tanggal 16, 17 dan 18 May 2009 di pagar antara Mess Melati dengan Sporthall dan spotlight pun ditembakkan dari bawah (dari lapangan bola), serta beberapa warna scothlite pada template huruf yang akan dipasang, pada saat itu pengetesan dengan warna merah, kuning dan putih.

Video pada saat pengetesan di sporthall 68 dapat dilihat disini http://youtu.be/PnYn0KLdHlk
didalam video tersebut, di detik detik terakhir terdengar suara Faya dan ALFi ketawa ketiwi yang waktu pengetesan spot lighting dan shaping Big Sign tersebut diajak Papa nya ke Soccer Field 🙂

final result piloting, didapatkan scotchlite yang terbaik adalah menggunakan warna putih reflective dan lampu sorot warm-white, dengan perhitungan akan dipasang 4 titik lampu sorot pada posisi tersebut.

namun berbeda degan hasil survey yang dilakukan team pada tennis court, yaitu adanya down-wind yang sangat kuat dari arah bawah (banti) ke arah atas (tembagapura) dan kecepatannya pun diluar kewajaran, dan hampir terjadi setiap hari rata rata pada sore hari s/d pukul 12 malam. dan juga kondisi dan bentuk support H Beam roofing (atap) tennis court dikarenakan usia bangunan tidak bisa lagi diberikan tambahan beban lebih, karena perhitungan kami 1 huruf akan berbobot +/- 100kg termasuk stressing dari sling penahan.

langsung besoknya mencari ide alternative dan thanks to my wife, ani (Dwi Krisna Andriani) yang memberikan ide untuk dipasang di atas roofing BQ Garden saja, karena posisi tersebut cukup bagus, karena juga bisa terlihat dari Hidden Valley dan sepanjang jalan turun dari Hidden Valley (HV) ke Tembagapura.

Setelah di diskusikan internal team FM (Facilities Management), akhirnya semua team sepakat dan segera melakukan survey konstruksi roofing, arah angin dan mencari source electric yang terdekat untuk pemasangan spot lights.

Alhamdulillah dari hasil survey dan data yang di kumpulkan, maka saya putuskan untuk pemasangan di BQ Garden dengan arah tulisan menghadap ke arah Hidden Valley (HV) namun membelakangi arah Ridge Camp. Pertimbangan tersebut diambil sebagai welcoming (penyambut selamat datang) untuk pengunjung tembagapura yang memang arah nya dari Hidden Valley.

Tahap Fabrikasi dan Konstruksi, semua team FM (Facilities Management) dilibatkan, mulai dari rekan rekan Ground Maintenance, Civil, Project dan tentunya team kami Facility Maintenance mulai dari Carpentry, Painting, Electric dan Sign Writing.

Singkat cerita alhamdulillah project ini selesai tepat pada tanggal ulang tahun ke 4 anak kami yang pertama Faya, yaitu pada 8 July 2009. Semoga Landmark ini akan bertahan selama tembagapura exist di bumi Papua, sebagai salah satu bentuk persembahan dan sumbangsih saya dan atas nama keluarga kami ala kadarnya untuk Tembagapura, dan juga untuk keluarga besar kami PT Freeport Indonesia, khususnya di Tembagapura dan Highlands area (Hidden Valley, Rainbow Ridge, Ridge Camp) dsb. Dan alhamdulillah sampai sekarang Landmark tsb (yang awalnya kami sebut sebagai Tembagapura Hollywod) menjadi Icon Tembagapura, dan sebagai background yang digunakan oleh rekan rekan, keluarga besar kami di TPRA (Tembagapura) dan sekitarnya serta para pengunjung (visitor) untuk berfoto. Semoga semua rekan rekan terkait tetap melakukan inspeksi dan perawatan periodik yang dilakukan setiap 6 bulan. salah satu momen yang tidak terlupakan adalah, saya commit untuk menjaga 4 lampu spot (lampu sorot) tulisan Tembagapura tidak boleh padam dan harus di replace dalam waktu 2×24 jam! sebagai bentuk komitment department kami memberikan sebuah landmark untuk komunitas dan keluarga besar PTFI.

Saya sangat bangga dan memberikan appresiasi yang setinggi tingginya kepada semua Pihak, Rekan Rekan dan khususnya Team Facilities Management Highlands yang terlibat dalam project ini, baik langsung di lokasi ataupun yang mensupport pada saat fabrikasi, instalasi wiring dan support equipment,… You are the Great team. Dan juga tentunya big thanks and hugs untuk Istri dan Anak Anak ku yang tercinta, karena selama project itu papa OT teyus …. 🙂

InsyaAllah akan lanjut ke next stories berikutnya (cerita cerita lainnya terkait Project Project Landmark di Highlands) yaitu pembuatan Sign besar Grasberg, Sporthall Tembagapura, Big Tower Masjid 68, Wooden Sign untuk semua lokasi bangunan penting dan tempat ibadah (Masjid dan Gereja) dan 2 project yang masih pending yaitu big sign Tembagapura di roofing Helipad 68 dan big sign Hidden Valley (HV) pada titik entrance.

beberapa dokumentasi terkait project Tembagapura – Hollywood

Foto yang diambil 1 hari setelah Big Sign terpasang di atas BQ Garden. Siapa yang membuat dan mendesain?

Gambar Gambar rancangan dalam prespective 3 dimensi sebagai blue print construction drawing

11 February 2012, The Kautsar’s Family

here we stay, home sweet home Palapa Estate 234i Tembagapura, Mile 68, The Kautsar’s Family

Wassalam,
penulis, we are FI 840964, 849123 817135 – Arief Kautsar, Dwi Krisna Andriani
Call Sign ARC D101
our last home stay and place where our children born… Palapa 234i

— August 17, 2013

What Do You Think?

Thanks elo © 2018