Sudah lama berniat untuk menuliskan artikel ini, tapi masih tidak sempat sempat. Baru sekarang sangat berniat menuliskan ini karena sudah keseringan menerima telfon dengan maksud untuk penipuan.

Hati Hati Penipuan melalui Telefon – Hanphone (HP – Henpon)

Hari minggu ini lagi lagi Papa mendapat telefon ke HP dari seseorang yang mengaku dari kantor Telkomsel cabang ******. Ketika telfon berdering sudah terlihat bahwa bukan dari nomor yang sudah tersimpan di phone book, tapi sebuah nomor telkomsel dengan awalan 0813. Karena masih penasaran seandainya si penelfon ini menelfon untuk sebuah informasi penting dan lain lain, maka Papa akhirnya angkat juga.

Dengan kata kata sapaan layaknya dari call center / operator Telkomsel orang itu (laki laki) berbicara dengan sapaan “Selamat Pagi,  saya dari Telkomsel Cabang ****** ingin menginformasikan kepada bapak, bahwa bapak diminta untuk segera menghubungi kantor telkomsel cabang Jakarta dengan nomor 021……. karena ada informasi penting yang ingin segera disampaikan kepada bapak. Terima kasih”, tut telfon langsung mati tanpa sepatah katapun keluar dari mulut Papa.

Terdiam sejenak, barulah Papa sadar bahwa Telfon yang diterima tadi tidak benar dan mirip dengan modus modus penipuan sebelumnya yang sering masuk ke nomor HP / Handphone Papa.

Langsung kepikiran untuk menghubungi operator telkomsel di nomor panggilan 111 atau 116. Setelah queing sejenak, panggilan ke operator diangkat oleh seorang operator perempuan. Dengan nada sedikit tidak bersemangat (entah kenapa) si operator tersebut menjawab dengan sapaan selamat pagi, saya widya apa yang bisa saya bantu?

Style bicara si operator sempat membuat Papa menaruh curiga, jangan jangan sinyal transmit dari HP Papa sudah dialihkan oleh si penelfon, sehingga walaupun yang di dial nomor operator telkomsel tapi masuk ke nomor komplotan si penipu sehingga akan terus terbawa ke skema / scenario penipuan… Tapi setelah lanjut beberapa detik berbicara sepertinya mungkin si operator ngantuk atau kurang bersemangat karena krisis global (smile)

Kemudian Papa menceritakan ke si operator apa yang baru saja dialami. Lagi lagi dengan nada yang kurang bersemangat si operator menjawab, Jika bapak menerima informasi seperti itu dan jika itu bukan dari nimor Telkomsel maka bapak tidak usah menanggapinya dan abaikan saja.

Terus terang Papa tidak puas dengan jawaban seperti itu, karena seakan akan itu hanya permasalahan sepele dan tidak ada follow up ataupun solusi dari provider (yang kebetulan nomor HP si penelfon tadi dari nomor Telkomsel juga). Dia hanya menjeaskan, bahwa memang kami tidak bisa melakukan tindak lanjut karena data register nomor tidak vaid untuk dilacak, dan jika pun di block nomor tersebut maka si penelfon akan tetap mengganti nomor dan tetap akan melakukan penipuan dengan nomor yang baru, kecuali ada keperluan khusus untuk penyelidikan lebih lanjut oleh pihak yang berwajib dan Telkomsel.

Sepertinya give-up dengan jawaban tersebut dan membuat frustasi, ya sudah akhirnya Papa ucapkan terima kasih ke si operator dan selamat pagi.

Setelah berbicara dengan operator, Papa langsung berinisiatif untuk menelfon semua keluarga yang berdomisili di daerah / rumah yang lain untuk menginformasikan bahwa jika ada telfon dari orang yang tidak dikenal dan jika si penelfon mengaku dari provider Telkomsel atau yang lain yang ingin memberikan hadiah, atau ada informasi penting lainnya, atau juga jika mengaku seseorang atau pihak tertentu yang berpura pura mengabarkan sebuah berita suka atau duka yang berhubungan dengan diri kita atau kerabat yang lain Maka semua anggota keluarga diminta tidak merespon dan mengabaikan informasi tersebut. Juga segera melakukan crosscheck informasi melalui nomor telefon / HP yang lain atau ke semua anggota keluarga yang lain atau menggunakan segala cara yang lain untuk check ke kantor, tetangga dan teman atau kerabat.

Di era teknologi sekarang yang sangat berkembang dengan pesat serta semakin murah dan terjangkau, selain banyak manfaatnya tapi tidak hilang juga sisi negatif nya. Kejadian diatas adalah salah satu contoh penggunaan teknologi secara negatif dan malah untuk digunakan sebagai modus kejahatan.

Jika anda cari / search di beberapa search engine, akan banyak bisa kita temukan kasus kasus penipuan melalui HP atau telefon ini.

Dari kejadian diatas kita bisa petik atau ambil beberapa sisi kelemahan kita sebagai calon korban, sebagai berikut.
1. Kelemahan kita karena rasa ingin tahu, natural – sifat dasar manusia. 
Dari petikan diatas, sudah jelas nomor sipenelfon tidak terdaftar didalam phone book (nomor contact) tapi masih tetap diangkat.
(………berdering sudah terlihat bahwa bukan dari nomor yang sudah tersimpan di phone book, tapi sebuah nomor telkomsel dengan awalan 0813…………………….)

2. Kelemahan kita karena tidak bisa menghafal style atau gaya bicara / sapaan dari Operator / Call Center yang biasanya sudah dibuat dengan susunan kata kata yang sudah default (standard)
(………..layaknya dari call center / operator Telkomsel orang itu (laki laki) berbicara dengan sapaan “Selamat Pagi,  saya dari Telkomsel Cabang ****** ingin menginformasikan kepada bapak, bahwa bapak diminta untuk segera menghubungi kantor telkomsel cabang Jakarta dengan nomor 021……. karena ada informasi penting yang ingin segera disampaikan kepada bapak. Terima kasih”, tut telfon langsung mati tanpa sepatah katapun keluar……..)

3. Kelemahan kita karena sebahagian besar kita enggan untuk memotong pembicaraan orang lain yang bicaranya tanpa titik dan koma (seperti petikan pada point 2)

4. Kelemahan kita karena walaupun kita sudah pernah mengalaminya, terkadang sebuah variasi dari kejadian baik itu kasus penipuan ataupun perihal lain yang membuat kita tidak bisa segera menyimpulkan bahwa, this is the same (ini masih sama dengan percobaan penipuan yang sebelumnya). Tapi disitulah hebatnya si penelfon (yang menipu ini), mereka akan selalu membuat variasi dan perubahan cara / modus untuk melakukan kejahatan
(…………Terdiam sejenak, barulah Papa sadar bahwa Telfon yang diterima tadi tidak benar dan mirip dengan modus modus penipuan sebelumnya yang sering masuk ke nomor HP / Handphone Papa……)

Kelamahan dari sisi si penyedia telekomunikasi (provider)
1. Kelemahan system security provider mengenai protocol registrasi untuk pra bayar
Walaupun sudah ada protocol yang akan meminta customer mengisi data pribadi ketika membeli sebuah nomor pra-bayar (Simpati atau Kartu AS), tetapi masih tetap saja data tersebut tidak valid karena orang kan bisa saja mengisi data yang palsu karena tidak adanya referensi seperti ID, pengenal, SIM dan lain lain. Juga tidak adanya verifikasi untuk melacak apakah informasi atau alamat yang diberikan benar atau tidak, karena otomatis biaya operasional yang diperlukan akan membengkak dan tinggi sekali jika diperlukan resources untuk melacak alamat si pengguna baru kartu pra-bayar…  Jadi apa gunanya ya?

2. Kelemahan provider untuk ketegasan atas laporan pelanggaran penggunaan
Seandainya, jika provider mengeluarkan cost lebih untuk membuat sebuah system proteksi komunikasi yang lebih baik bisa saja kasus kasus tersebut dihilangkan. Misal, jika yang katanya provider bisa merekan pembicaraan antara si penelfon dan si penerima, kenapa provider tidak bisa melakukan check apa isi pembicaraan tersebut dan jika memang ada indikasi penipuan maka provider langsung memblock nomor tersebut. Walaupun si penipu menggunakan / membeli nomor baru, akan tetapi jika semua calon korban tetap melaporkan kejadian dan provider selalu melacak dari isi pembicaraan maka pastilah si penipu akan kapok / jera karena mengeluarkan cost / biaya yang banyak untuk mencoba menipu. Apalagi jika nomor yang digunakan si penipu adalah nomor pasca bayar (HALO, dll) maka akan lebih gampang untuk memblock dan melacak si penipu.

Cukup aneh, karena kita banyak lihat di televisi dan media berita yang lain mengenai percakapan koruptor yang bisa di trace dari system log / recorder si provider. Apakah itu hanya dilakukan jika si provider dibayar lebih oleh si peminta data? atau hanya dilakukan jika hanya diminta oleh KPK atau Kejaksaan atau Authorities yang lain? Sementara kasus kasus seperti ini bagaikan diagram gunung es di lautan, yang kelihatan hanya puncaknya sementara dibawah permukaan sangat banyak kasus kasus yang belum / tidak terungkap? sungguh miris jika kita menilik / menganalisa kasus ini.

atau dengan alternatif bahwa semua provider tidak diperkenankan menjual / menyediakan nomor pra bayar? dikarenakan proses registraasi atau pembelian yang sangat mudah dan data personal pengguna yang tidak akan pernah valid…. Bisa saja! tetapi dari sisi business dan insentif lainnya ke authorities dan dampak yang lain maka cara tersebut akan sangat merugikan, karena biasanya orang / customer ingin yang serba instant dan cepat, dan juga dengan adanya proses pembelian pra bayar yang gampang membuat provider akan mendapatkan profit yang lebih banyak. Karena bisa ditebak, jika kita melakukan perhitungan atau jika provider mau transparant maka bisa dilihat bahwa pengguna telekomunikasi mobile / HP lebih banyak menggunakan nomor pra bayar seperti Simpati, AS dll dari pada pasca bayar (HALO, dll).

Dari kelemahan kelemahan tadi, maka sebagai proteksi dari sisi kita sebagai calon korban (pengguna jasa telekomunikasi) bisa melakukan beberapa langkah antisipasti sebagai berikut;

1. Hendaknya semua nomor keluarga, kerabat, teman, rekan dan orang orang yang dekat dengan kita disimpan dalam contact list dan phone book pada HP, jangan pernah malas untuk menyimpan nomor telefon dan malah menuliskannya dalam buku agenda atau catatan kertas.

2. Hendaknya dalam posisi “alert”, apapun itu jika yang muncuk di HP kita nomor tidak dikenal atau tidak terdaftar dalam phone book, sehingga ketika memulai percakapan kita sudah siap dan sadar jika informasi yang diterima tidak benar diterima atau salah, maka ambil tindakan – Tutup Telfon.

3. Jangan pernah selalu tergiur dengan gaya bicara / style operator atau call center. Hendaknya bisa memverifikasi nomor yang masuk dan dengan seksama menyimak isi pembicaraan dari si penelfon sehingga jika informasi yang diterima tidak benar diterima atau salah, maka ambil tindakan – Tutup Telfon.

4. Jangan pernah enggan untuk memotong pembicaraan di telefon dengan nada dan cara yang baik. Seandainya si penelfon (penipu) berusaha menguasai pembicaraan, maka ambil tindakan – Tutup Telfon.

5. Jangan pernah tergiur dan tertipu dengan berbagai macam informasi hadiah program undian, program penjualan obral / massal, barang murah (black market) jika memang anda tidak pernah mendaftar langsung. ada kalanya si penipu akan mengatakan, bahwa anda didaftarkan kerabat atau anda adalah kerabat pemenang dll, maka itu adalah bohong!

6. Jangan pernah langsung mempercayai informasi mengenai kejadian suka ataupun duka yang mengabarkan ke anda. Lakukan crosscheck informasi ke semua kerabat terdekat, teman, rekan dan tetangga dengan berbagai cara termasuk dengan langsung menemui / melihat. Adakalanya si penipu mengatakan ini darurat / emergency dan anda harus segera bertindak… Dengan cara seperti itu, pastilah anda lebih pintar dari si penipu dengan cara tidak panik dan segera melakukan crosscheck informasi ke semua pihak yang terkait/terlibat.

7. Hendaknya kita sudah aware, apa saja program undian dari provider ataupun pihak lain yang bekerja sama dengan provider, karena diluar itu pastilah hanya penipuan.

8. Jangan pernah mau jika seseorang yang mengaku dari operator / call center dan anda diminta mematikan HP / Telefon karena dengan cara tersebut si penipu bisa menggunakan salah satu modus penipuan informasi darurat / emergency ke keluarga anda. Misal, si penipu akan menelfon kerabat / keluarga anda dan menginformasikan bahwa anda dalam keadaan darurat dan karena keadaan tsb HP anda sudah tidak aktif / mati / hilang / rusak dan keluarga anda akan diminta melakukan ini itu, transfer dana dan lain lain.

9. Rajin rajinlah selalu men-charge HP anda, untuk menjaga HP anda dalam keadaan hidup dan bisa dihubungi keluarga, kerabat, teman dan rekan yang memang akan selalu menghubungi anda.

10. Keep your personal detail and your agenda confidentialy, Jangan pernah memberikan informasi personal anda atau jadwal anda ke pihak pihak lain baik melalui surat, email, registrasi dan lain lain. Lakukan croscheck dan pembenaran dengan baik sebelum informasi personal anda akan diberikan. Misal, jika seseorang tahu anda akan berada di luar jangkauan sinyal provider, di pesawat, laut, dll dan seorang penipu akan dengan mudah melakukan modus penipuan ke keluarga atau pun kerabat anda.

Hmm, ya.. itulah sebuah paradigma, dimana korelasi dari sebuah proses yang sangat rumit dan terkait dengan banyak aspek seperti bisnis, ekonomis, politik, legal dan sosial….  jadi Berhati hatilah dengan data personal anda, orang yang anda katakan dalam hati tidak perlu tahu maka pastikanlah tidak tahu! bukannya begitu?

Dari kita sebagai Customer hanya menuntut Solusi dan Pelayanan Terbaik yang bukan berarti dilayani dengan ramah saja, tetapi semua aspek harus memberikan mutualism benefit…..!!!!

Tulisan ini diambil dari pengalaman dan analisa pribadi

— October 1, 2008

What Do You Think?

Thanks elo © 2018