Dalam rangka acara gatherting department di tempat Papa, maka dipilihlah temanya kali ini yaitu BERMAIN CRICKET.

Main Cricket? Mungkin ada yang sudah biasa dan sering main Cricket dan mungkin ada juga yang masih asing dengan Olah Raga satu ini. Ada baiknya jika diceritakan dulu tentang Cricket.

Sekilas Tentang Cricket
Cricket tidak jauh beda dengan olah raga KASTI yang mungkin sudah familiar di telinga kita, KASTI yang sering dimainkan ketika kita masih SD, dan biasanya olah raga KASTI sangat pupoler untuk dijadikan sebagai olah raga reguler selain lari, renang dan main bola. Olah raga KASTI tidak perlu memerlukan banyak alat, setidaknya ada Bola Tennis dan Tongkat Pemukul sudah cukup untuk dijadikan modal untuk bermain KASTI, dan yang tidak kalah penting adalah para pemainnya harus pintar memukul bola yang dilemparkan oleh Pitcher dan mempunyai kemampuan untuk Lari Kencang.

Nah, Cricket sendiri tidak jauh berbeda dengan KASTI, bisa dikatakan hampir sama.
Cricket adalah olah raga permainan “memukul” dan “bermain bola”, yang di mainkan oleh 2 team yang terdiri dari 17 orang 1 teamnya. Jumlah anggota dalam 1 team tidaklah harus 17, karena kalau untuk sekedar having-fun, 6 orang 1 team pun sudah cukup.

Idealnya Cricket dimainkan di lapangan rumput dan di tengah lapangannya di buat sebuah area persegi yang dinamakan PITCH, yang berukuran 20 meter kali 4 meter. Karena area ini akan di gunakan oleh PELEMPAR (BOWLER) dan PEMUKUL (BATSMAN) yang berdiri diantara kedua sisinya. Dan di kedua sisi dari PITCH tersebut dipasang WICKETS atau yang lebih dikenal sebagai GAWANG. Ukuran gawang ini bukan seperti pada main sepakbola, sebanarnya Wicket atau gawang pada permainan Cricket sebenarnya berupa 3 tiang setinggi 1 meter yang disusun berjajar dan berjarak 20 cm antaranya. Wicket atau Gawang ini juga digunakan sebagai penentu dalam permainan, karena jika si PELEMPAR (BOWLER) bisa menjatuhkan atau mengenai Wicket ketika melempar bola, maka si Pemukul dianggap FAIL. Dan untuk PEMUKUL, ketika berhasil memukul bola sejauh mungkin maka si PEMUKUL tersebut hanya cukup berlari ke arah seberang dari posisi dia memukul (masih di dalam area PITCH) dan pemukul yang berada di sisi PITCH yang lain lari ke arah posisi pemukul tadi. Pada permainan Cricket pemukul langsung masuk 2 orang ke lapangan, dan akan memukul bergantian. Salah satu pemukul akan dianggap FAIL jika Wicket yang terpasang pada posisi terakhir dia berdiri bisa di jatuhkan oleh Lawan, dan begitu seterusnya.

Playing Cricket
Sebelum hari H maka di persiapkan dulu segala macam kebutuhan untuk permainan ini, mulai dari mencari dan membuat Wicket, cari Bola Cricket, cari tongkat Pemukul dan mem-booking lapangan. Setelah di pertimbangkan, maka dipilihlah LAPANGAN BOLA di Kuala Kencana untuk gathering dan bermain Cricket kali ini, karena selain lapangannya lumayan luas dan juga supaya bisa sekalian menikmati panas dan teriknya matahari, dari pada main Cricket di Tembagapura yang notabene kudu harus pakai baju dingin atau jacket di lapangan, karena faktor curah hujan dan juga suhu udara yang terlalu dingin pada saat menjelang hari H.

Untuk bola, wicket dan pemukul sendiri dicari oleh Pak Brendan, karena kebetulan beliau pas pulang vacation ke Aussie dan bisa sekalian bawa perangkat tersebut. Oh ya, Sedikit cerita tentang Pak Brendan, dia¬† itu adalah Department Head nya di tempat Papa bekerja atau lebih tepatnya MANAGER Department, dia warga Aussie yang keturunan Jerman dan Australia. Orang nya baik, ramah, dan tidak sungkan sungkan untuk menyapa siapa saja, baik itu penduduk lokal, nasional ataupun expat,… lebih pasnya bisa dibilang Friendly lah orangnya.

Kembali ke Cricket, untuk hari H sendiri dipilih hari Sabtu, karena biar hari minggu nya bisa istirahat setelah capek dan berpanas panasan di Kuala Kencana. Hari itu Papa turun jam 6 pagi karena perjalanan ke Kuala Kencana dari Tembagapura memakan waktu 1 jam 30 menit. Kalau mau lebih cepat bisa saja, tapi ya harus ngebut, dan kalau ngebut pun harus siap siap kena tilang, karena di contract area PTFI ada aturan yang harus di ikuti, safety reason dan juga para security yang selalu berjaga di sepanjang jalan dan memegang radar gun untuk menangkap para driver yang melebihi batas kecepatan. Dan sekali kena tilang lumayan dendanya, Rp. 400rb untuk nasional dan 200 USD untuk expat. Apalagi kalau sudah kumulatif 3 kali berturut turut dalam 1 tahun, maka siap siap saja bungkus pakaian, siapkan koper karena akan langsung di PHK.

Jam 7.30 Papa sampai di Kuala Kencana, langsung ke lapangan untuk main Cricket dan disanapun sudah ada beberapa teman teman Papa yang sudah sampai duluan. Rata rata semua sudah siap dengan Gear nya masing masing, ada yang pakai sepatu bola, sepatu kets, topi, celana pendek dan tentu saja tak lupa Makanan dan Minuman.

Permainan Cricket kali ini masing masing team terdiri dari 11 orang saja, karena nggak sempat untuk mengumpulkan lebih banyak orang lagi supaya bisa 17 orang 1 team. Dan Papa pun kali ini menjadi Captain pada Team JABLAY yang di komando-i, sementara group lawan dinamakan J-BANG. Entah dari mana kata kata untuk penamaan masing masing group ini, tapi mungkin asal muasalnya untuk iseng iseng dan sekedar jokes saja dan yang penting kan having-fun nya.

Team JABLAY disepakati untuk memakai atasan kaos yang berwarna apa saja, tapi tidak boleh Putih karena atasan putih digunakan oleh Team J-BANG. Setelah pengundian koin, maka yang dapat giliran pertama menjadi Group BATSMAN adalah J-BANG dan JABLAY mendapat giliran untuk menjadi BOWLER (pelempar dan penjaga). Permainan sangat seru dan ditambah lagi bermain dibawahnya terik matahari,… lumayan panas dan situasi permainan pun bertambah panas dan seru. Setelah 2 jam berlalu, ke-sebelas pemain J-BANG sudah mendapat giliran untuk memukul dan lumayan, mereka mendapat point 48 bola.

Kemudian diputuskan untuk Break istirahat makan siang, karena sudah menunjukkan pukul 11.30 WIT dan juga sekalian siap siap mau Dhuhur-an juga. Makanan dan minuman di reserve dari Restoran Oriental Kuala Kencana dengan menu menu makanan seafood dan juga minuman yang cukup menyegarkan.

Tanpa terasa Papa makan terlalu banyak (karena menunya lumayan menarik), akhirnya kekenyangan dan sepertinya cukup ngantuk juga untuk melanjutkan permainan, tapi apa daya karena menjadi Captain dari JABLAY mau nggak mau harus meneruskan permainan.

Setelah semua kembali dari istirahat, maka Team JABLAY sudah siap menjadi PEMUKUL, dan J-BANG menjadi BOWLER (Pelempar dan Penjaga). Yang lebih parahnya adalah matahari bersinar makin terik dan sangat panas sekali, tapi hal ini lah yang di tunggu tunggu Papa, karena bisa di hitung pakai jari berapa kali menikmati sinar matahari yang seperti ini. Karena di Tembagapura yang curah hujannya paling tinggi di Indonesia, plus iklim dan cuaca nya yang selalu mendung dan terasa sejuk macam didalam kulkas, apalagi kalau di Grasberg tempat Papa kerja,.. lebih parah lagi dinginnya,… macam di dalam Frezeer…

Ternyata pada saat giliran JABLAY (Team Papa) menjadi PEMUKUL, teriknya matahari, kenyang dan penuhnya perut membuat stamina dan ritme permainan menjadi lambat, dan terus melambat. Tapi Papa sebagai Team Captain terus menyemangati para pemain JABLAY untuk terus semangat dan yang penting adalah HIT and RUN.

Setelah melewati 2 jam yang melelahkan, akhirnya point yang dikumpulkan team JABLAY 45 Bola… lebih kurang 3 Bola dari team J-BANG, yang artinya permainan ini dimenangkan oleh J-BANG dengan 3 point lebih banyak.

Tapi pada permainan ini lebih tidak fokus pada siapa yang kalah dan menang, tapi having-fun dan menghilangkan stress pekerjaan sehari hari, dan memang lumayan, selain itu juga bisa menikmati panas dan teriknya matahari di Kuala Kencana dan kulit pun penjadi merah dan belang belang, karena kulit yang tidak tertutup pakaian merah sedangkan yang tertutup tetap seperti semula, benar benar terpanggang.

Jam 16:00 WIT Papa kembali meneruskan perjalanan balik ke Tembagapura dan sampai di rumah jam 17:30WIT. Langsung ketemu anak anak di rumah yang kehilangan Papa nya dari pagi sampai sore, karena ketika Papa pergi anak anak masih tidur. Dan seperti biasa FaYa bilang “NDONG, NDONG Pa-Pa” yang artinya minta di gendong dan ALFi yang sedang asik “menghisap” (baca: mimik) Mama seharian dan teriak teriak.

Yang selalu diingat Papa adalah, beberapa menjelang sampai dirumah, dalam perjalanan Sepatu Olah Raga PAPA dua dua nya robek, alas sepatu dan kulit sepatunya terpisah sedemikian rupa sehingga dalam perjalanan pulang Papa harus melepaskan sepatu dan jalan tanpa alas kaki. Penyebabnya simpel saja, karena Papa pakai sepatu Basket untuk lari lari dan main Cricket di lapangan bola, ya tentu saja itu sepatu hancur, dan terpaksa sekarang sepatu tersebut masuk garbage-bin karena sudah tidak bisa dipakai ataupun diperbaiki lagi. See you in the next Cricket match…

 

 

 

 

apa saja yang diperlukan untuk bermain cricket:

  1. 6 buah stumps (pilar gawang gawangan) Рyang nantinya akan disusun seperti pagar (lihat gambar diatas, stumps adalah tongkat yang berwarna orange 3 buah)
  2. 4 buah bails (galaj) – yang nantinya dipakai untuk ditaruh diatas stumps (pilar), itu nantinya target untuk dilempar (kaitannya dengan skor/nilai)
  3. 2 buah tongkat pemukul bola cricket, bentuknya pipih, beda dengan tongkat atau stick kasti / baseball
  4. 1 buah bola cricket, bentuk nya mirip bola kasti/tennis, tapi kenyal kenyal gimana gitu hehehe. warnanyapun biasanya merah tua
  5. (optional, perlu atau nggak perlu tergantung sikon saja) perlengkapan pemain, penangkap bola dan seragam

Jumlah Pemain Cricket:

  1. hmmm kalau untuk seru seruan saja tidak ada batasan, yang penting bisa membuat 2 team… minimal 4 orang lah, cukup jadi 1 team 2 orang
  2. kalau mengikuti standard, 1 team harus 11 orang (sebelas orang)

 

Cara Bermain Cricket dan Setting bentuk lapangan”

  1. yang paling perlu adalah PITCH nya, tempat pelempar bola dan pemukul. standardnya 20 meter kali 3 meter, cukup
  2. pasang stumps, bails dan pelempar diposisinya dan pemukul diposisinya, udah cukup
  3. kemudian target pelempat adalah menjatuhkan bails, dan sisanya mirip permainan kasti / baseball

 

— April 8, 2007

What Do You Think?

Thanks elo © 2018