Komentar Pertama: Warga Jakarta Hebat!

Benar benar hebat warga Jakarta yang tabah dan sudah terbiasa menghadapi MUSIM BANJIR setiap tahunnya dan selalu terjadi bagaikan MUSIM BUAH BUAHAN yang selalu tepat waktu datangnya dan selalu dihadapi dan dinikmati. Walaupun begitu, PASTI warga di Jakarta tidak merasa nyaman dengan “kebiasaan” Jakarta yang sangat beragam tersebut, ada Macet, Hiruk Pikuk, Banjir, Copet, Jambret, dll… (betul nggak ya)

Apa ya komentar Pemerintah terhadap hal tersebut, mungkin gini “saya juga kebanjiran, bukan anda saja yang merasakan”, jadi mungkin intinya mending milih SAFE MODE dulu dari pada mikirin yang lain, karena bisa dilihat kejadian yang selalu terjadi tiap tahun ini macam sebuah Never Ending Story.

Banjir yang terjadi di Jakarta benar benar menyebalkan FaYa, ALFi, MaMa dan Papa – kita kena dampaknya juga, apalagi yang ada di jakarta dan langsung terkena dampaknya yah… di TV lokal bisa dilihat kalau Jakarta seakan akan di sulap menjadi Danau Elite yang banyak pulau pulau dipermukaannya (maksudnya Atap atap rumah yang seakan akan jadi pulau)

Uppss, tapi jangan salah, kami juga sangat kesal sekali karena banjir Jakarta ini… TERNYATA, banjir di Jakarta salah satunya langsung membuka tabir lemahnya sistem komunikasi dan jaringan informasi di Jakarta yang merembet kemana mana,… contoh nya saja, kami yang dari hari JUM’AT (2 Feb 07) mau meng-akses E-Bangking nya sebuah Bank tidak bisa bisa connect, bahkan informasi dari seorang informan yang ada di Bandung, ATM Bank tersebut juga MATI! hmmm pasti ini karena banjir di Jakarta, karena bisa saja (dan pasti) Server Bank tersebut ada di jakarta yang karena banjir mungkin tidak ada Power dari PLN dan GenSet / UPS nya pun tidak mampu untuk dijadikan sebagai power source nya, atau mungkin wire connection nya terganggu atau terendam air? mungkin krisis FUEL juga kali ya? sehingga GenSet kehabisan FUELdan tidak berfungsi.

Dan juga jaringan telkom dan layanan internet nya juga lumpuh, malah merembet ke daerah lain! mungkin dialer server dan router ke internetnya ada di Jakarta, jadi akhirnya semua jaringan di daerah juga tidak bisa connect dengan baik… benar benar kacau…

Bahkan ada beberapa stasiun TV yang kebanjiran, dan terpaksa pun membuat studio darurat dengan menggunakan GenSet sebagai Power Source, bisa dilihat sepertinya Studio tersebut tidak seterang biasanya lighting nya.

Pernah ada wawancara dengan Gubernur DKI di TV yang mengatakan bahwa Pemerinta DKI sudah mempunyai planning yang di blue print dari jaman nenek moyang (Belanda Menjajah) dan mau / sedang di implementasikan segera, yaitu pembangunan Kanal Barat dan Timur, tapi kok kemaren ada berita di TV yang mengatakan Concrete Kanal nya Jebol? waduh, gimana mau maju kalau membangun Kanal pun tidak kokoh untuk menahan banjir, mungkin inilah kebesaran ALLAH SWT, dimana semua ulah manusia ditampakkan, misal Kanal Roboh, kalau alasan Manusianya bilang “Kan Banjir nya besar, jadi tidak kuat concrete nya menahan banjir tsb”… Kalau dipikir pikir lagi, mungkin ini alasan buat anak anak TK kali ya? Coba pikirkan, berapa cost yang dikeluarkan dan plan yang ditenderkan? bukannya semua sudah diperhitungkan oleh yang nge bangun? dan mungkin juga ini banjir seakan akan me refleksi kan Luapan Korupsi yang terjadi bagaikan banjir yang hampir menenggelamkan Jakarta… Wallahua’lam… Mungkin faktor korupsi yang masih bersiliweran dimana mana tetap menjadi penyebab nomor 1 untuk semua bencana dan musibah yang terjadi di tanah air, silahkan buktikan.

Malah ada juga wawancara Gubernur DKI yang memaparkan PLAN untuk menjadikan Jakarta menjadi kota Megapolitan, dibangunnya Tunnel untuk Kereta Api bawah tanah, Bus Way, Flying Train dan lain lain. Hmmm…. bukannya akan kebanjiran itu Tunnel jika kondisinya masih seperti ini? Pas ditanya gitu sama yang wawancara Gubernur bilang bahwa semua sudah diperhitungkan, jadi tunnel dibangun di daerah yang kering saja dan sudah di kalkulasi sama engineer dari jepang. Yang betul? nanti jangan jangan ratusan orang bakal kelelep pas naik kereta bawah tanah di jakarta???

Perlu di ingat, banjir jakarta hanyalah banjir yang kebetulan di sorot sama media, coba jika kita gali semua informasi media massa dengan baik, bukan 1 atau 2 daerah saja yang kebanjiran di tanah air tercinta ini… tidakkah kita semua prihatin? dan tidakkah para pemimpin yang ada di pemerintahan mencoba mulai berbenah dan koreksi diri dengan benar? dan tidakkah para ajudan dan petugas pemerintahan yang berada di Front-Line mulai tergerak hati nuraninya untuk bekerja secara benar? coba dilihat lagi, bukankah kasus banjir yang terjadi karena marak nya pembalakkan kayu hutan secara liar? dan kenapa itu terus dan masih saja terjadi??? sebuah pertanyaan yang tidak akan dijawab dan di implimentasikan oleh pemerintah dan jajaran front-line nya!

Cobalah perhatikan media massa di tanah air, mulai dari tahun 2004 yang banyak terjadi tsunami, gempa, kemarau, kecelakaan transportasi, LUSI (Lumpur Sidoarjo – Lapindo:red), banyaknya tenggelam kapal di laut, pesawat udara yang banyak mengalami kecelakaan, musibah kecelakaan kereta api, dan akhir akhir ini banjir yang melanda tanah air… seakan akan Media Massa kenyang dengan Headline Headline yang menarik untuk ditampilkan sebagai bahan sajian beritanya, dan uniknya typically semua berita itu saling mengakhiri satu sama lain, misal ketika ada musibah tenggelamnya kapal kapal di laut, berita LUSI hilang… ketika musibah pesawat udara terjadi, berita kapal hilang, ketika musibah kecelakaan kereta api terjadi, berita pesawat hilang… dan sekarang beritanya Banjir Jakarta melulu…. bosan! mending ngajak FaYa dan ALFi main, kejar kejaran dan ketawa ketawa.

Bagaimanapun juga, setidaknya kita sebagai pribadi yang juga bagian dari bangsa ini merasakan semua dampak dari semua ini, dan alangkah baiknya kita bisa menyumbangkan sesuatu untuk diri kita sendiri maupun orang lain (secara moril, jangan materil dulu) yang walaupun kecil secara kuantitas tapi sangat berarti kualitasnya untuk diri kita sendiri dan alangkah indahnya jika itupun bisa dirasakan oleh orang lain.

— February 3, 2007

What Do You Think?

Thanks elo © 2018