Merancang Ruang Tidur yang Nyaman

BEBERAPA dekade belakangan ini banyak ilmuwan dari berbagai bidang tertarik menyelidiki mengapa dan seberapa banyak manusia dan semua makhluk memerlukan tidur dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Hasil penyelidikan-penyelidikan tersebut menunjukkan, tidur atau keadaan tidur dari manusia ternyata jauh lebih penting dari yang banyak diperkirakan sebelumnya. Bagi kita pemilik rumah, hal ini sangat berhubungan erat dengan rancangan kamar tidur di rumah kita.

Kebanyakan dari kita berpendapat bahwa otak kita selagi sadar hanya melakukan satu pekerjaan: berpikir, dan hanya pada saat kita terjaga. Secara keseluruhan perkiraan itu memang betul, namun belakangan para ilmuwan dari berbagai bidang, antara lain ahli ilmu syaraf dan psikolog menemukan bahwa otak manusia mampu melakukan kemampuan yang hampir tak terbatas untuk mengorganisasi segala informasi yang kita tangkap.

Akan tetapi, otak kita pun membutuhkan istirahat (dari kesadaran) untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengorganisasian tadi yang amat sulit dilakukan oleh otak manusia di saat sadar. Itulah sebabnya manusia dan hampir semua binatang menyusui secara naluriah mau mengambil risiko untuk tidur (artinya masuk ke dalam keadaan yang sangat tidak siaga terhadap berbagai kemungkinan ancaman) untuk mendapatkan waktu bagi otaknya guna berbenah diri. Tanpa tidur otak akan mengalami beban yang tak tertahankan. Tidur ternyata digunakan oleh otak kita untuk mengerjakan hal-hal lain yang tidak bisa dilakukan di saat kita terjaga.

Dengan anggapan tidur untuk memberi kesempatan bagi badan dan otak untuk beristirahat, kita menganggap bahwa kamar tidur juga berfungsi sebagai tempat menarik diri dari kehidupan sosial dan kemudian untuk mempersiapkan diri kembali ke dunia luar.

Fungsi pokok kamar itu sebagai tempat tidur sedikit terganggu dengan fungsi tambahannya. Rancangan tempat tidur kemudian menjadi semakin rumit dengan tambahan-tambahan fasilitas untuk fungsi-fungsi sekundernya. Akibatnya, tidur menjadi sesuatu yang lebih sulit dilakukan di kamar tidur itu. Lalu barangkali ini bisa dijadikan pendekatan alternatif dalam merancang kamar tidur Anda sebagai bagian terpenting dari suatu rumah tinggal.

Kamar tidur, selain ruang dengan tingkat hierarki privasi tertinggi, juga harus memiliki tingkat keheningan tertinggi sebagai cara yang paling umum untuk meningkatkan “kualitas” tidur Anda.

Konsekuensinya adalah tempat tidur harus sesederhana mungkin (hanya ada tempat tidur yang sangat nyaman) dan terisolasi dengan kegiatan-kegiatan lainnya.

Demikian juga ukurannya, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Sekitar empat kali empat atau empat kali lima meter persegi adalah ukuran yang pas untuk sebuah kamar tidur utama. Kamar tidur juga harus menghambat kegiatan-kegiatan selain tidur dilakukan di ruang ini. Pandangan yang umum berlaku dulu dan mungkin sekarang memungkinkan beberapa kegiatan nontidur bisa dilakukan di kamar ini, seperti berias diri, menelepon, menonton TV atau membaca yang dianggap bisa mengantar tidur. Dengan sedikit pengamatan ternyata semua itu akan mengganggu “jadwal” dan “kualitas” tidur Anda.

Rancangan yang tepat bagi sebuah kamar tidur adalah sedemikian rupa sehingga kamar tidur benar-benar berfungsi untuk tidur karena kita telah menyadari betapa pentingnya tidur itu. Jadi apabila nanti Anda terbangun seseorang boleh bertanya, “Bagaimana dengan tidur Anda semalam?

copy paste? silahkan, tidak dilarang. Tapi minta tolong supaya dicantumkan link sumbernya, anda lebih keren.

— April 3, 2005

What Do You Think?

Thanks elo © 2018