about us
our wedding
our children
gallery and fotography
artikel untuk ibu rumah tangga
iklan baris gratis
guestbook (buku tamu)
contact us
PWT TEMBAGAPURA LUPA LELAH IBU IBU TEMBAGAPURA - KETIK WWW.PADUSI.COM PADUSI.COM
[back to previous page]

Mengunjungi Daerah Kerja PT Freeport Indonesia di Timika (Bagian 4/Habis)

 

Areal Tailing Ditanami, Tailing Jadi Material Konstruksi

Laporan Joko Suhendro

 

PT Freeport Indonesia (PTFI) mempunyai komitmen untuk mengelola dampak penambangannya, dengan mereklamasi dan menanam kembali pada areal tailing. Areal ini dijadikan pilot project tanaman pertanian, pertambakan ikan dan penangkaran kupu-kupu. Bahkan tailing di sana sudah dijadikan material pembangunan.


Untuk mewujudkan komitmennya itu semua, PTFI melaksanakan audit tahunan terhadap pengelolaan sistem lingkungan dan secara sukarela dan periodik melakukan audit lingkungan eksternal. Audit terakhir menemukan bahwa sistem pengelolaan lingkungan yang diimplementasikan dan dikembangkan oleh PTFI patut menjadi contoh bagi industri pertambangan lainnya.

Salah satu isu dari dampak lingkungan yang besar adalah pengelolaan tailing (limbah). Tailing dilepaskan dari pabrik pengolahan yang berada pada ketinggian 2.674 meter di atas permukaan laut, ke dalam arus sungai yang membawanya ke areal pengendapan di dataran rendah. Untuk memastikan agar tailing tetap berada di daerah pengendapan, telah dibangun sistem di kedua sisinya. Dibuat tanggul satu dan tanggul dua.

Dampak lingkungan lainnya yang penting adalah pengelolaan batuan penutup atau overburden yang ditempatkan di daerah tambang. PTFI dibantu oleh para ahli lingkungan dan ilmuwan dari penjuru dunia, sedang mengembangkan program untuk menanam kembali tanaman asli di daerah penimbunan batuan penutup. Teknik-teknik yang digunakan termasuk pembentukan lumut, rumput dan tanaman asli lainnya di atas batuan penutup, telah menunjukkan hasil yang memuaskan.

PTFI mempunyai komitmen untuk mengelola dampak dari kegiatan operasinya terhadap lingkungan, untuk mereklamasi serta menghijaukan kembali lahan yang terkena dampak.

Selain itu, PTFI juga mempunyai komitmen untuk senantiasa mendukung setiap penelitian ilmiah agar dapat lebih memahami lingkungan tempat PTFI beroperasi, maupun memantau efektivitas praktik pengelolaan yang dijalankan.

PTFI pun melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, pakar-pakar baik dari dalam maupun luar negeri, penduduk setempat maupun lembaga swadaya masyarakat, guna lebih meningkatkan kinerja lingkungannya.
Salah satu yang menarik adalah dibuatnya Kawasan Pengamatan Suksesi Alami (NSDP). Kawasan Pengamatan Suksesi Alami adalah kawasan yang semula merupakan area pengenadapan tailing, dimana tailing terakhir mengendap tahun 1977 yang seiring dengan perjalanan waktu terjadi suksesi alami vegetasi. Seluruh vegetasi yang tumbuh di lokasi ini, merupakan vegetasi alami yang tumbuh tanpa campur tangan manusia.


Tailing yang diendapkan di daerah Pengendapan Dimodifikasi (ModADA) adalah gerusan halus batuan alami yang merupakan sisa dari pengolahan batuan bijih di pabrik pengolahan bijih terletak di dataran tinggi yang menggunakan proses pengapungan, yaitu pemisahan secara fisik terhadap batuan bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak.

Dalam rangkaian kunjungan ke daerah kerja PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, akhir pekan kemarin, Cenderawasih Pos yang terdiri dari Suyoto (Dirut), Joko Suhendro (Pemred), Nur Said (Koordinator Pra Cetak), Lucky Ireeuw (Redaktur), diizinkan untuk mengunjungi areal reklamasi dan penghijauan kembali areal yang kena dampak itu.
Untuk mesuk ke areal ini, terdapat aturan-aturan atau kode etik. Yang pertama harus memakai sepatu yang tertutup; berpakaian tertutup (untuk menghindari sengatan sinar matahari atau menggunakan sun block); menggunakan lation anti nyamuk, tidak boleh memotong dan memetik bunga dan tanaman lainnya, tidak mengganggu atau mengambil satwa liar; turut menjaga kebersihan dan lain-lain.

Dari tempat kami menginap (Hotel Sheraton), tempat ini hanya ditempuh sekitar 10 menit saja dengan bus. Area ini diresmikan pada Juni 2005 silam. Berbagai jenis tanaman yang tumbuh di areal ini, oleh masyarakat lokal ada yang dapat digunakan sebagai tanaman obat, bahan baku kerajinan, bahkan sumber makanan.

Jalan setapak yang membentang hampir 1 km (Tepatnya Sepanjang 900 Meter), merupakan sarana bagi pengunjung untuk menikmati berbagai obyek yang menarik untuk dilihat.

Obyek yang dapat dinikmati oleh pengunjung selama di tempat ini. Antara lain lahan basah (Wetland) dengan burung-burung air, berbagai jenis tanaman suksesi alami yang memiliki keuinikan tersendiri serta pemandangan yang indah. Fasilitas yang disediakan untuk pengunjung berupa lapangan parkir, ruang informasi, shelter, jalan setapak, jembatan kayu, papan interprestasi dan gazebo sebagai tempat untuk santai sejenak sambil menikmati pemandangan alam.

Di area ini, kami dapat menemukan burung, kupu-kupu dan beraneka ragam tanaman. Beberapa jenis tanaman yang tumbuh di lahan suksesi alami ada yang bermanfaat untuk tanaman hias, obat, industri dan tanaman yang dapat dimakan. Tanaman Ficus dari famili Moraseae merupakan jenis yang banyak ditemukan di area suksesi alami lahan tailing. Ficus merupakan salah satu tanaman pionir karena cepat tumbuh, mudah menyesuaikan dengan berbagai tipe tanah serta toleran terhadap sinar matahari yang lebih.

Masuk di kawasan reklamasi, begitu turun dari kendaraan, kami sudah bisa melihat berbagai tanaman sayuran. Ada kacang-kacangan, bayam, kangkung, sawi, terong, bawang dan sayuran lainnya. Selain itu juga ada tanaman makanan pokok manusia, seperti tanaman padi, jagung dan singkong, bahkan pohon kelapa. Untuk buah-buahan ada jambu (jambu bijih dan jambu air), pisang, matoa, pepaya, melon, semangka, nenas dan masih banyak lagi.

Di sini juga dibudidayakan berbagai jenis ikan air tawar. Ikan-ikan yang dibudidayakan di tempat reklamasi ini antara lain, ikan mujair, ikan nila dan ikan emas. Selain itu juga ada penangkaran atau taman kupu-kupu. Dipilihnya kupu-kupu, karena serangga kesukaan kaum hawa ini memiliki sensitif terhadap lingkungan.

Artinya, jika kupu-kupu saja bisa hidup, bisa berkembang biak, maka menandakan tempat itu memiliki lingkungan yang baik. Ketika rombongan Cenderawasih Pos masuk ke penangkaran yang berukuran kurang lebih seratus limapuluhan meter persegi itu, di sana terlihat banyak kupu-kupu. Ratusan kupu-kupu tampak berwarna-warni dan indah.
Kupu-kupu tersebut ada yang berterbang liar, dan banyak pula yang berhinggap di dedaunan dan bunga-bunga. Selain itu, juga ada yang masih berupa ulat untuk dikembangkan menjadi kepompong dan kupu-kupu. Untuk mengembangkan kupu-kupu itu, ulat-ulat yang ada di sana ditempelkan pada dahan, ranting dan daun jeruk yang telah disediakan pada media. Ulat-ulat itu ada yang masih bergerak dan melahap daun jeruk dan ada juga yang sudah bertapa dan hampir berubah menjadi kepompong.

Yang juga menarik, tempat ini juga bisa dipakai untuk tempat perkemahan, yang penting mengajukan permohonan izin jauh hari sebelumnya. Selain permohonan izin ke pemilik tempat, saran lain adalah harus ada pemberitahuan ke Polres (polisi).
Keluar dari areal reklamasi, kami diantar melihat lahan-lahan tailing yang sudah diendapkan bertahun-tahun. Tailing itu dengan sendirinya sudah berubah menjadi material pembangunan khususnya berupa pasir.

Tiga staf Divisi Corporate Communications (Corcom) PT.Freeport Indonesia, Budiman Moerdijat (Manajer Corcom), Ramdani Sirait dan Andhy Saladin yang sejak awal dengan sabar mendampingi kami, menjelaskan tentang tempat reklamasi dan pemanfaatan taling sebagai material pembangunan itu.


Tailing Jadi Material

Dijelaskan oleh para staf Corcom PTFI tersebut bahwa salah satu kegiatan PTFI yang bersifat padat sumber daya dan padat karya adalah pengelolaan tailing yang dikenal dengan pasir sisa tambang (SIRSAT), yaitu Sisa Pasir Tambang yang dihasilkan dari pengolahan bijih mineral.

Satu daerah aliran sungai telah diperuntukkan bagi pengangkutan sediman yang tidak berbahaya tersebut menuju kawasan pengendapan yang telah diperuntukkan pula, yakni terletak di daerah dataran rendah dan wilayah pesisir di wilayah kerja PTFI.

Daerah pengendapan tersebut dikelola oleh para ahli di bidang teknik sipil dan lingkungan sebagai bagian dari rencana pengelolaan tailing menyeluruh yang telah disetujui oleh pemerintah.

‘’Beberapa tahun ini, para pakar lingkungan PTFI telah membuktikan bahwa bahan SIRSAT dapat dengan mudah dihijaukan kembali atau direklamsi dengan tanaman asli hutan dan pertanian,’’katanya.

Pada saat kegiatan penambangan telah usai, kawasan pengendapan tersebut akan menjadi lahan dataran yang bernilai tinggi, yang sesuai untuk berbagai pemanfaatan. ‘’Yang sangat menggembirakan, terdapat suatu proyek yang mampu merubah bahan tersebut menjadi material yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan bangunan,’’tutur Budiman Moerdijat (Manajer Corcom PTFI).

Beberapa waktu lalu, PTFI juga melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui pusat penelitian dan industri perguruan tinggi terkemuka di Indonesia tersebut, dalam bidang pemanfaatan Pasir Sisa Tambang itu sebagai bahan baku untuk konstruksi dan pembuatan beton, batu bata/Batako, pipa, serta produk infrastruktur lainnya.
‘’Menurut para peneliti tersebut, sifat dari bahan SIRSAT itu sangat kondusif bagi aplikasi konstruksi dan lebih menguntungkan dari segi biaya disbanding bahan baku lainnya,’’lanjut Buyung-panggilan akrab Budiman Moerdijat.

Sehingga jangan heran jika solusi tersebut telah membangkitkan rasa optimisme di antara pimpinan pemerintah daerah yang berorientasi kepada pembangunan. Hal itu bisa dibuktikan dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) mengenai proyek penggunaan Pasir Sisa Tambang sebagai bahan bangunan di seluruh Papua.

 

Bahkan Gubernur Papua, Barnabas Seubu SH sendiri saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PTFI atas proyek bersejarah pemanfaatan Pasir Sisa Tambang PTFI beberapa waktu lalu itu, mengatakan bahwa Pasir Sisa Tambang PTFI itu adalah sebagai bagian sangat penting dalam konsep pembangunan infrastruktur.
Pada saat itu, Gubernur Suebu mengatakan bahwa dengan kuasa Tuhan sebagai pencipta alam, telah ada solusi terhadap masalah Pasir Sisa Tambang yang oleh banyak masyarakat disebut tailing, yang sebelumnya dianggap sebagai titik lemah, kini telah berubah menjadi titik kuat.

‘’Tentang tindak lanjut dari MoU itu, saat ini sedang dipikirkan adanya tempat penampungan kedua dan alat tranportasi untuk mengakut Pasir Sisa Tambang itu ke daerah tujuan,’’tandas Buyung. Satu proyek yang pernah disebut untuk menggunakan material dari Pasir Sisa Tambang PTFI itu adalah rencana proyek-proyek pembuatan jalan trans Papua, salah satunya adalah proyek rencana pembangunan jalan darat Depapre-Jayapura.

 

Sambil menunggu solusi itu, PTFI telah memulai kegiatan awal sesuai MoU bersama Dinas PU Kabupaten Mimika untuk menyiapkan lokasi sebagai tempat penampungan bahan Pasir Sisa Tambang yang untuk selanjutnya diangkut menuju lokasi konstruksi.
Tim gabungan PTFI dan ITB juga telah menyelesaikan berbagai berbagai proyek konstruksi selama beberapa tahun terakhir dengan memanfaatkan Pasir Sisa Tambang atau tailing itu sebagai komponen utama beton.

Proyek-proyek tersebut termasuk pembangunan/pembuatan berbagai jembatan untuk umum di Mimika, beberapa ruas jalan di wilayah kerja PTFI, serta pembuatan beton prefab dalam proses pengolahan air.

Beberapa proyek yang sudah selesai dikerjakan dengan bahan baku Pasir Sisa Tambang itu, antara lain salah satu jembatan di Paumako di Kabupaten Mimika. Kemudian drainasi di kawasan Bandara Moses Kilangin, Mimika, yang sekarang ini sedang dikerjakan.
Sebagai inti dari kegiatan Cenderawasih Pos di Timika adalah acara buka bersama dengan staf Corporate Communications yang berlangsung di Sheraton Hotel. Acara berlangsung penuh kekeluargaan.

Esoknya (Ahad), kami harus kembali ke Jayapura. Sebelum menuju ke Bandara Moses Kilangin, kami diantar jalan-jalan ke Kuala Kencana, yakni pusat perbelanjaan. Sebagai oleh-oleh, tak lupa membeli cokelat. Dan terakhir adalah jalan-jalan ke Pasar Timika. Di pasar, kami membeli Caraka. Apa itu Caraka? Ya kepiting. Karena di Pasar Timika, memang banyak dijual kepiting hidup.(selesai)

posted by akauts on 07 Oct 2007 11:01 | view [888]
[back to previous page]
Our 3rd Baby Born Fri - 01 Aug 2008
Telah lahir Putri kami, Jumat 01 August 2008 jam 01.02WIT di RS Tembagapura Papua. Alhamdulilah proses Normal, Ibu dan Anak Sehat dan Selamat.
Our Baby Boy Born Tue - 31 Oct 2006
Telah lahir Putra kami, Selasa 31 October 2006 jam 08.15WIT di RS Tembagapura Papua. Alhamdulilah proses Normal, Ibu dan Anak Sehat dan Selamat.
 Article by Category
Ibu Rumah Tangga
Semua yang berhubungan dengan kegiatan Ibu Rumah Tangga
Ibu Hamil dan Menyusui
Semua yang berhubungan dengan Ibu Hamil dan Menyusui
Kesehatan Anak
Semua yang berhubungan tentang Kesehatan Anak anda
Merawat dan Mendidik Anak
Semua yang berhubungan tentang bagaimana merawat dan Mendidik Anak Bayi dan Balita anda
Resep dan Masakan
Koleksi Resep dan Makanan dari semua daerah dan negara, selamat menikmati dan memasak
Artikel Bebas
Artikel bebas yang berhubungan dengan segala hal informasi seperti IT, Teknologi, Commonlife dan Lainnya


Cartensz.com - Cartensz Computer TM. Toko Belanja Online Pertama di Kepulauan Riau Tanjung Pinang Batam dan Sekitarnya
Our Thoughts - Share with Us
Our Magnificent "Wedding Flash Movie"
The most meaningful thing in the world
Katalog Lengkap Resep dan Masakan
Cara Memilih dan Membeli Ban Motor
Ban Gede kondisi Bekas tapi Berkualitas (non suntik)
Ban Motor Impor Berkualitas (non suntik) - batch 24
 Highlights
4___TOP
Rizal | 30 Jan 2008 08:16
Manajemen ASI bagi Ibu Bekerja
dandrian | view [1555]
Minuman Kesehatan


Kami menyediakan jasa pengiriman untuk minuman kesehatan
Jahe Merah Hidayah Instan
Pemesanan minimal 48 sachet. (12 gr/ sachet)
Biaya tergantung dari ongkos pengiriman
Dikirim melalui paket pos samapi di tempat Anda

Untuk Pemesanan
Telephone: 02170000014
Handphone: 0818881020

Andri Setiawan | Location: Banten

Pasang link padusi.com di blog / website anda. Copy dan Paste kode dibawah



  copyright ©1997-2006 padusi.com
  Total 595,896 visits since October 1st 2006
  Your IP Recorded:38.107.179.210 | UNITED STATES | Your Browser: CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
User YTH, Bersediakah anda meluangkan waktu 60 detik saja untuk mengisi feedback berikut, dengan senang hati kami menerimanya untuk memberikan pelayanan dan informasi yang lebih baik. Informasi pribadi akan kami simpan dengan baik. Terima Kasih

Code471002
Verify Code
Nama Anda *
EMail *
Website
Rating * (tertinggi 5)
  1   2   3    4    5
Komentar / saran anda *
Yang bertanda (*) kolom mandatory / harus diisi