PT Pangansari Utama (PT PSU) bersama dengan Departemen Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Malaria (Public Health & Malaria Control - PHMC) menggelar pelatihan tentang HIV/AIDS selama empat hari (13-16/5) bagi para karyawan frontline mereka.
Tingginya angka pengidap dan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Mimika tak pelak membuat banyak pihak khawatir. Terlebih, menurut data yang ada, sebagian besar penderitanya berada pada usia produktif. Untuk itulah pelatihan yang diharapkan dapat memberikan bekal informasi yang tepat tentang penyakit mengerikan tersebut diadakan.
Pelatihan yang bertajuk “Peer Educator” ini diikuti oleh 39 karyawan PT PSU level lead hand ke atas. Dua hari pertama berlangsung di Lupa Lelah Club, Tembagapura dihadiri oleh 19 karyawan yang berasal dari Highlands, sementara dua hari lainnya yang diikuti oleh 20 karyawan dari Lowlands berlangsung di Hotel Sheraton, Timika.
Dalam pelatihan yang menjelaskan tentang Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS (testing HIV/AIDS secara sukarela), kondom bagi pria dan wanita dan kebijakan tentang HIV/AIDS di tempat kerja. Pelatihan yang dikemas dalam bentuk tutorial dan permainan ini selain menghadirkan fasilitator dari PT PSU, Yovi Hantoro dan FL Mali; PHMC, dr. Niken Widiastuti; juga menghadirkan dua fasilitator tamu dari Family Health International (FHI) Jayapura, Didi Wiryono dan Zaenal Abidin.
Roni Yusron , salah satu peserta pelatihan menyampaikan kegembiraannya memperoleh kesempatan langkah itu. “Informasi yang diberikan selama dua hari telah melengkapi pengetahuan saya tentang HIV/AIDS. Saya akan menyebarkan semua yang saya ketahui dan peroleh dari pelatihan kepada teman-teman saya untuk lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan intim dan tidak berganti-ganti pasangan. Bagi yang belum berkeluarga lebih baik untuk tidak melakukannya,” katanya.
Dalam kesempatan berbeda, Shinta Mantiri dari PT PSU Lowlands mengatakan bahwa dia mendapatkan informasi tentang HIV/AIDS yang lengkap, benar dan bermanfaat setelah mengikuti pelatihan tersebut. ”Seterusnya saya akan sebarkan informasi itu kepada keluarga, tetangga dan rekan kerja saya,” katanya. Lebih jauh Shinta berharap agar kian banyak karyawan dan masyarakat yang sadar akan bahaya penyakit itu.
Sementara itu, Manager Safety PT PSU Yovi yang juga menjadi salah satu fasilitator mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian manajemen PT PSU dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Dalam pelatihan tersebut juga diharapkan agar semua peserta dapat saling berbagi informasi. ”Setelah mengadakan pelatihan, kami akan membentuk tim yang bertugas untuk menyebarkan informasi tentang HIV/AIDS kepada karyawan lainnya. Tim ini nantinya juga akan memantau dan mengevaluasi program-program yang dijalankannya,” jelas Yovi.
Ketika membuka pelatihan, General Manager PT PSU Elias Daud menjelaskan bahwa kegiatan yang bertujuan untuk menyebar luaskan informasi tentang HIV/AIDS tersebut sejalan dengan program PT Freeport Indonesia dan kesadaran untuk turut memerangi penyebaran penyakit yang mematikan itu. “Saya minta Anda untuk mengikuti pelatihan dengan serius serta tidak malu bertanya, kemudian menyebarkan dan mensosialisasikan informasi yang telah Anda peroleh kepada rekan dan sejawat di tempat Anda masing-masing bekerja,” saran GM PT PSU. (bw) Foto: Bams & Gasper
|