Bandung-PT Newmont Nusa Tenggara akan melakukan divestasi. Saham sebesar tiga persen akan ditawarkan ke bursa. Menurut Public Relations Representative PT Newmont Nusa Tenggara Baiq Idayani, saham sebesar tiga persen tersebut telah ditawarkan kepada pemerintah daerah.
"Soal berapa besar nilai divestasi masih menunggu hasil penilaian dari pemerintah," ujar Idayani kepada SH di sela pameran Ristek, Kamis (22/11).
Idayani mengatakan penawaran saham ke pemerintah daerah sebesar tiga persen dilakukan mulai tahun 2006 ini. Prioritas penawaran saham adalah untuk pemerintah daerah di NTB, di mana lokasi pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara berada.
Sampai sekarang proses tersebut masih berlangsung. Penjualan saham sebesar tiga persen diharapkan dapat dilakukan tahun ini juga. "Tapi kalau tahun ini tidak selesai, akan dilanjutkan tahun depan," kata Idayani.
PT Newmont Nusa Tenggara sendiri merupakan perusahaan patungan yang mengelola tambang Batu Hijau di Sumbawa NTB. Saat ini saham terbesar, yaitu 80 persen dimiliki oleh Newmont Nusa Tenggara Mining Corporation. Sisanya saham dimiliki oleh PT Pukuafu Indah.
Cadangan tembaga di pertambangan Batu Hijau mencapai 6,06 miliar pon. Sementara itu, cadangan emasnya mencapai 6,7 juta ons. Pada tahun 2005 lalu Tambang Batu Hijau menghasilkan sebanyak 572,7 juta pon tembaga dan 720.500 ons emas.
Idayani mengatakan pihaknya tak hanya sekadar melakukan eksplorasi semata. "Program pengembangan masyarakat setempat tetap kami lakukan," tegas Idayani.
Sejak melakukan kegiatan pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara telah menyalurkan dana sebesar US$ 20 juta untuk program pengembangan masyarakat setempat.
Program tersebut juga meliputi pengelolaan lingkungan dengan melibatkan masyarakat setempat. Di antaranya adalah program pantai bersih, penangkaran penyu, hingga rehabilitasi dan perlindungan terumbu karang.
|