about us
our wedding
our children
gallery and fotography
artikel untuk ibu rumah tangga
iklan baris gratis
guestbook (buku tamu)
contact us
MENDIDIK AGAR ANAK MANDIRI
[back to previous page]

Orang tua mana yang tidak mau melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Tampaknya memang itulah salah satu tujuan yang ingin dicapai orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil: memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu dan bermacam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya pembiasaan ini banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan keberhasilan. Atau langsung memberi segudang nasehat, lengkap dengan cara pemecahan yang harus dilakukan, ketika anak selesai menceritakan pertengkarannya dengan teman sebangku. Memang masalah yang dihadapi anak sehari-hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa "lari" kepada orang tua apabila menghadapi persoalan, dengan perkataan lain ia terbiasa tergantung pada orang lain, untuk hal-hal yang kecil sekalipun.

Lalu upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk membiasakan anak agar tidak cenderung menggantungkan diri pada seseorang, serta mampu mengambil keputusan? Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk melatih anak menjadi mandiri.

Beri kesempatan memilih
Anak yang terbiasa berhadapan dengan situasi atau hal-hal yang sudah ditentukan oleh orang lain, akan malas untuk melakukan pilihan sendiri. Sebaliknya bila ia terbiasa dihadapkan pada beberapa pilihan, ia akan terlatih untuk membuat keputusan sendiri bagi dirinya. Misalnya, sebelum menentukan menu di hari itu, ibu memberi beberapa alternatif masakan yang dapat dipilih anak untuk makan siangnya. Demikian pula dalam memilih pakaian yang akan dipakai untuk pergi ke pesta ulang tahun temannya, misalnya. Kebiasaan untuk membuat keputusan - keputusan sendiri dalam lingkup kecil sejak dini akan memudahkan untuk kelak menentukan serta memutuskan sendiri hal-hal dalam kehidupannya.

Hargailah usahanya
Hargailah sekecil apapun usaha yang diperlihatkan anak untuk mengatasi sendiri kesulitan yang ia hadapi. Orang tua biasanya tidak sabar menghadapi anak yang membutuhkan waktu lama untuk membuka sendiri kaleng permennya. Terutama bila saat itu ibu sedang sibuk di dapur, misalnya. Untuk itu sebaiknya otang tua memberi kesempatan padanya untuk mencoba dan tidak langsung turun tangan untuk membantu membukakannya. Jelaskan juga padanya bahwa untuk membuka kaleng akan lebih mudah kalau menggunakan ujung sendok, misalnya. Kesempatan yang anda berikan ini akan dirasakan anak sebagai penghargaan atas usahanya, sehingga akan mendorongnya untuk melakukan sendiri hal-hal kecil seperti itu.

Hindari banyak bertanya
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan orang tua , yang sebenarnya dimaksudkan untuk menunjukkan perhatian pada si anak, dapat diartikan sebagai sikap yang terlalu banyak mau tahu. Karena itu hindari kesan cerewet. Misalnya, anak yang baru kembali dari sekolah, akan kesal bila diserang dengan pertanyaan - pertanyaan seperti, "Belajar apa saja di sekolah?", dan "Kenapa seragamnya kotor? Pasti kamu berkelaihi lagi di sekolah!" dan seterusnya. Sebaliknya, anak akan senang dan merasa diterima apabila disambut dengan kalimat pendek : "Halo anak ibu sudah pulang sekolah!" Sehingga kalaupun ada hal-hal yang ingin ia ceritakan, dengan sendirinya anak akan menceritakan pada orang tua, tanpa harus di dorong-dorong.

Jangan langsung menjawab pertanyaan
Meskipun salah tugas orang tua adalah memberi informasi serta pengetahuan yang benar kepada anak, namun sebaiknya orang tua tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sebaliknya, berikan kesempatan padanya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan tugas Andalah untuk mengkoreksinya apabila salah menjawab atau memberi penghargaan kalau ia benar. Kesempatan ini akan melatihnya untuk mencari alternatif-alternatif dari suatu pemecahan masalah. Misalnya, "Bu, kenapa sih, kita harus mandi dua kali sehari? " Biarkan anak memberi beberapa jawaban sesuai dengan apa yang ia ketahui. Dengan demikian pun anak terlatih untuk tidak begitu saja menerima jawaban orang tua, yang akan diterima mereka sebagai satu jawaban yang baku.

Dorong untuk melihat alternatif
Sebaiknya anak pun tahu bahwa untuk nmengatasi suatu masalah , orang tua bukanlah satu-satunya tempat untuk bertanya. Masih banyak sumber-sumber lain di luar rumah yang dapat membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Untuk itu, cara yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberitahu sumber lain yang tepat untuk dimintakan tolong, untuk mengatasi suatu masalah tertentu. Dengan demikian anak tidak akan hanya tergantung pada orang tua, yang bukan tidak mungkin kelak justru akan menyulitkan dirinya sendiri . Misalnya, ketika si anak datang pada orang tua dan mengeluh bahwa sepedanya mengeluarkan bunyi bila dikendarai. Anda dapat memberi jawaban : "Coba,ya, nanti kita periksa ke bengkel sepeda."

Jangan patahkan semangatnya
Tak jarang orang tua ingin menghindarkan anak dari rasa kecewa dengan mengatakan "mustahil" terhadap apa yang sedang diupayakan anak. Sebenarnya apabila anak sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukanya. Jangan sekali-kali anda membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya. Jika anak minta ijin Anda, "Bu, Andi mau pulang sekolah ikut mobil antar jemput, bolehkan? " Tindakan untuk menjawab : "Wah, kalau Andi mau naik mobil antar jemput, kan Andi harus bangun pagi dan sampai di rumah lebih siang. Lebih baik tidak usah deh, ya" seperti itu tentunya akan membuat anak kehilangan motivasi untuk mandiri. Sebaliknya ibu berkata "Andi mau naik mobil antar jemput? Wah, kedengarannya menyenangkan, ya. Coba Andi ceritakan pada ibu kenapa andi mau naik mobil antar jemput." Dengan cara ini, paling tidak anak mengetahui bahwa orang tua sebenarnya mendukung untuk bersikap mandiri. Meskipun akhirnya, dengan alasan-alasan yang Anda ajukan, keinginannya tersebut belum dapat di penuhi.

 

posted by dandrian on 08 May 2008 15:23 | view [742]
[back to previous page]
Our 3rd Baby Born Fri - 01 Aug 2008
Telah lahir Putri kami, Jumat 01 August 2008 jam 01.02WIT di RS Tembagapura Papua. Alhamdulilah proses Normal, Ibu dan Anak Sehat dan Selamat.
Our Baby Boy Born Tue - 31 Oct 2006
Telah lahir Putra kami, Selasa 31 October 2006 jam 08.15WIT di RS Tembagapura Papua. Alhamdulilah proses Normal, Ibu dan Anak Sehat dan Selamat.
 Article by Category
Ibu Rumah Tangga
Semua yang berhubungan dengan kegiatan Ibu Rumah Tangga
Ibu Hamil dan Menyusui
Semua yang berhubungan dengan Ibu Hamil dan Menyusui
Kesehatan Anak
Semua yang berhubungan tentang Kesehatan Anak anda
Merawat dan Mendidik Anak
Semua yang berhubungan tentang bagaimana merawat dan Mendidik Anak Bayi dan Balita anda
Resep dan Masakan
Koleksi Resep dan Makanan dari semua daerah dan negara, selamat menikmati dan memasak
Artikel Bebas
Artikel bebas yang berhubungan dengan segala hal informasi seperti IT, Teknologi, Commonlife dan Lainnya


Cartensz.com - Cartensz Computer TM. Toko Belanja Online Pertama di Kepulauan Riau Tanjung Pinang Batam dan Sekitarnya
Our Thoughts - Share with Us
Our Magnificent "Wedding Flash Movie"
The most meaningful thing in the world
Katalog Lengkap Resep dan Masakan
Cara Memilih dan Membeli Ban Motor
Ban Gede kondisi Bekas tapi Berkualitas (non suntik)
Ban Motor Impor Berkualitas (non suntik) - batch 24
 Highlights
cayooooooo....terus semangat dalam menjalani hidup
sarie | 29 Sep 2006 12:19
Vitamin E Atasi Nyeri Haid
akauts | view [454]


Akhmad Safari | Location: Jawa Barat

Pasang link padusi.com di blog / website anda. Copy dan Paste kode dibawah



  copyright ©1997-2006 padusi.com
  Total 594,697 visits since October 1st 2006
  Your IP Recorded:38.107.179.208 | UNITED STATES | Your Browser: CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
User YTH, Bersediakah anda meluangkan waktu 60 detik saja untuk mengisi feedback berikut, dengan senang hati kami menerimanya untuk memberikan pelayanan dan informasi yang lebih baik. Informasi pribadi akan kami simpan dengan baik. Terima Kasih

Code321402
Verify Code
Nama Anda *
EMail *
Website
Rating * (tertinggi 5)
  1   2   3    4    5
Komentar / saran anda *
Yang bertanda (*) kolom mandatory / harus diisi