about us
our wedding
our children
gallery and fotography
artikel untuk ibu rumah tangga
iklan baris gratis
guestbook (buku tamu)
contact us
LEBIH JAUH TENTANG HOMESCHOOLING
[back to previous page]

Homeschooling (sekolah rumah) saat ini mulai menjadi salah satu pilihan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Pilihan ini terutama disebabkan oleh adanya pandangan atau penilaian orang tua tentang kesesuaian bagi anak-anaknya.

 
Bisa juga karena orang tua merasa lebih siap untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anaknya di rumah. Ini banyak dilakukan di kota-kota besar, terutama oleh mereka yang pernah melakukannya ketika berada di luar negeri.

Sekolah rumah, menurut Ella Yulaelawati, direktur Pendidikan Kesetaraan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orang tua atau keluarga di mana proses belajar mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif.

Tujuannya agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal. Rumusan yang sama dikemukakan oleh Dr Seto Mulyadi, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, saat keduanya tampil berbicara dalam sebuah seminar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pembelajaran kreatif
Ella mengakui, ada beberapa alasan orang tua di Indonesia memilih sekolah rumah. Antara lain, dapat menyediakan pendidikan moral atau keagamaan, memberikan lingkungan sosial dan suasana belajar yang baik, dan dapat memberikan pembelajaran langsung yang konstekstual, tematik, nonskolastik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu.

Menurut Seto, sekolah rumah memiliki keunggulan karena bimbingan dan layanan pengajaran dilakukan secara individual. Proses pembelajaran lebih bermakna karena terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, waktunya pun lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kesiapan anak dan orang tua.

Seto mengatakan, menyelenggarakan sekolah rumah menuntut kemauan orang tua untuk belajar, menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, dan memelihara minat dan antusias belajar anak. Sekolah rumah juga memerlukan kesabaran orangtua, kerja sama antaranggota keluarga, dan konsisten dalam penanaman kebiasaan.

Seto menampik sejumlah mitos yang dinilainya keliru tentang homeschooling selama ini. Misalnya, anak kurang bersosialisasi, orang tua tidak bisa menjadi guru, orang tua harus tahu segalanya, orang tua harus meluangkan waktu 8 jam sehari, waktu belajar tidak sebanyak waktu belajar sekolah formal, anak tidak terbiasa disiplin dan seenaknya sendiri, tidak bisa mendapatkan ijazah dan pindah jalur ke sekolah formal, tidak mampu berkompetisi, dan homeschooling mahal. `'Itu keliru,'' ucapnya.

Teman belajar
Lalu, apa yang yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam menyelenggarakan sekolah rumah? Seto mengatakan, orang tua harus menjadikan anak sebagai teman belajar dan menempatkan diri sebagai fasilitator. `'Orang tua harus memahami bahwa anak bukan orang dewasa mini,'' tuturnya.

Anak, kata Seto, perlu bermain. Itu yang perlu dipahami oleh orang tua. Karena itu pula, orang tua tidak boleh arogan dengan menempatkan diri sebagai guru, tapi belajar bersama. Kalau tidak siap dengan itu, menurut Seto, lebih baik jangan menyelenggarakan sekolah rumah.

Orang tua, kata Seto lagi, tetap perlu terus menambah pengetahuan. Tidak mesti menguasai semua jenis ilmu. Yang penting, memiliki pemahaman tentang anak. Bila orang tua kurang mengerti pelajaran biologi atau matematika, misalnya, orang tua bisa mendatangkan guru untuk pelajaran tersebut dan belajar bersama anak. Dengan demikian, anak akan merasa tidak lebih rendah, tapi sebagai sahabat dalam belajar.

Bagaimana dengan kedua orang tua yang bekerja sehingga merasa tidak punya waktu untuk memberikan pembelajaran kepada anak dalam menyelenggarakan homeschooling? Seto mengatakan, itu tidak boleh menjadi alasan.

Sesibuk apa pun orang tua, tetap harus punya waktu untuk anak. `'Kalau tidak punya waktu, jangan punya anak,'' ucap psikolog yang juga menyelenggarakan homeschooling bagi anak sulungnya itu.

Pembelajaran sekolah rumah sebaiknya menyesuaikan dengan standar kompetensi yang telah ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ini agar sejalan dengan pertumbuan dan kemampuan anak, di samping dapat diikutkan dalam evaluasi dan ujian yang diselenggarakan secara nasional. Standar kompetensi menjadi panduan yang harus dimiliki seorang anak pada kelas tertentu. Anak kelas VI SD atau setara, misalnya, minimal sudah harus menguasai pelajaran matematika sampai batas tertentu pula. Standar kompetensi ini, kata Seto, dapat diperoleh di Dinas Pendidikan yang ada di daerah masing-masing.

Evaluasi bagi anak yang mengikuti homeschooling dapat dilakukan dengan mengikutkan pada ujian Paket A yang setara dengan SD atau Paket B setara SMP. Pada dasarnya, kata Seto, dapat pula dilakukan dengan menginduk ke sekolah formal yang ada untuk proses evaluasi. Menurut dia, harusnya ini bisa dilakukan karena sekolah rumah bukan sekolah liar. Homeschooling seusai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
 

posted by dandrian on 06 Dec 2006 09:52 | view [505]
[back to previous page]
Our 3rd Baby Born Fri - 01 Aug 2008
Telah lahir Putri kami, Jumat 01 August 2008 jam 01.02WIT di RS Tembagapura Papua. Alhamdulilah proses Normal, Ibu dan Anak Sehat dan Selamat.
Our Baby Boy Born Tue - 31 Oct 2006
Telah lahir Putra kami, Selasa 31 October 2006 jam 08.15WIT di RS Tembagapura Papua. Alhamdulilah proses Normal, Ibu dan Anak Sehat dan Selamat.
 Article by Category
Ibu Rumah Tangga
Semua yang berhubungan dengan kegiatan Ibu Rumah Tangga
Ibu Hamil dan Menyusui
Semua yang berhubungan dengan Ibu Hamil dan Menyusui
Kesehatan Anak
Semua yang berhubungan tentang Kesehatan Anak anda
Merawat dan Mendidik Anak
Semua yang berhubungan tentang bagaimana merawat dan Mendidik Anak Bayi dan Balita anda
Resep dan Masakan
Koleksi Resep dan Makanan dari semua daerah dan negara, selamat menikmati dan memasak
Artikel Bebas
Artikel bebas yang berhubungan dengan segala hal informasi seperti IT, Teknologi, Commonlife dan Lainnya


Cartensz.com - Cartensz Computer TM. Toko Belanja Online Pertama di Kepulauan Riau Tanjung Pinang Batam dan Sekitarnya
Our Thoughts - Share with Us
Our Magnificent "Wedding Flash Movie"
The most meaningful thing in the world
Katalog Lengkap Resep dan Masakan
Cara Memilih dan Membeli Ban Motor
Ban Gede kondisi Bekas tapi Berkualitas (non suntik)
Ban Motor Impor Berkualitas (non suntik) - batch 24
 Highlights
5___Good site...
Gerry Satya | 03 Oct 2009 16:45
Makan Ikan Cegah Gejala Kebutaan
akauts | view [609]
Sabun cair 3 in 1 (cuci piring, cuci tangan, dan p
memiliki wangi parfum yang menarik. Cocok digunakan untuk keperluan
kantor, restoran, mall, hotel, dll

Isi ulang Rp. 6000/ liter. Kemasan 5 liter dan 20 liter

Hubungi 021-93000008, 021-70403125
Jln.R.E.Martadinata KM 5,5 No 5, Ciputat

lili | Location: Banten

Pasang link padusi.com di blog / website anda. Copy dan Paste kode dibawah



  copyright ©1997-2006 padusi.com
  Total 594,767 visits since October 1st 2006
  Your IP Recorded:38.107.179.206 | UNITED STATES | Your Browser: CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
User YTH, Bersediakah anda meluangkan waktu 60 detik saja untuk mengisi feedback berikut, dengan senang hati kami menerimanya untuk memberikan pelayanan dan informasi yang lebih baik. Informasi pribadi akan kami simpan dengan baik. Terima Kasih

Code495702
Verify Code
Nama Anda *
EMail *
Website
Rating * (tertinggi 5)
  1   2   3    4    5
Komentar / saran anda *
Yang bertanda (*) kolom mandatory / harus diisi