Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Anggrek Indonesia (DPC-PAI) PT Freeport Indonesia (PTFI), yang baru dibentuk 11 Desember 2007 lalu, untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan berskala internasional, Pameran Anggrek Se-Asia (Asian Orchid Exhibition) 2008 di Palembang, Sumatera Selatan. Acara yang merupakan kalender tahunan PAI ini diselenggarakan 10-18 Mei 2008 di Taman Wisata Keluarga Kambang Iwak yang terletak di pusat kota Palembang.
Istri Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) H. Mufidah Jusuf Kalla saat meninjau stand para peserta pameran, secara khusus berkunjung ke stand DPC-PAI PTFI. Ketika berbincang-bincang dengan Ketua DPC-PAI PTFI Ricardo Komul, beliau menyatakan penghargaan kepada PT Freeport Indonesia atas pembentukan DPC-PAI PTFI sebagai salah satu bentuk usaha positif pelestarian keanekaragaman hayati Papua, khususnya tanaman anggrek asli Papua.
Delegasi DPC-PAI PTFI mengikutsertakan beberapa spesies anggrek langka asli Papua seperti Gramatophylum papuanum, Dendrobium subclausum dan Dendrobium undulatum, serta beberapa spesies hasil silangan.
Pameran diikuti oleh 60 delegasi dari cabang-cabang PAI berbagai provinsi di tanah air, dan beberapa peserta dari negara-negara Asia lain yaitu Singapura, Taiwan, Thailand dan Malaysia. Sehari sebelumnya diawali dengan penjurian lomba kategori Best Species dan Best Hybrid, acara diresmikan oleh Ibu H. Mufidah Jusuf Kalla (11/5), didampingi oleh Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Syahrial Oesman, MM dan Walikota Palembang H. Eddy Santana Putra mewakili pihak penyelenggara.
Ketua Umum PAI H. Mufidah Jusuf Kalla dalam sambutannya optimis bahwa Pameran Anggrek Se-Asia 2008 ini dapat berpengaruh pada meningkatnya pengembangan budidaya anggrek yang akan menunjang sektor bisnis lainnya, baik secara langsung dan tidak langsung. “Diharapkan, nantinya kita dapat meningkatkan pengembangan anggrek secara nasional. Karena selama ini, pengembangan anggrek nasional belum optimal. Saya harapkan peran PAI, terutama pemerintah agar dapat menjadi fasilitator pengembangan agar dapat menembus pasar anggrek dunia,” tandas Ibu Mufidah.
Sementara dalam perlombaan anggrek ini terpilih sebagai ‘Best Species’ adalah anggrek Dendrobium smilliae dari SP Orchids Jakarta, sedangkan untuk kategori ‘Best Hybrid’, jatuh pada anggrek Cymbidium san fransisco yang dibawa dari Florida S Mar-bun dari Ridho Orchids Bandung. (ha) foto:hilman
|