JAKARTA Kalangan analis memprediksi saham sektor pertambangan dan agrobisnis akan jadi incaran dan menjadi penggerak bursa saham sepanjang 2008.
Analis PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, mengatakan saham pertambangan batu bara, minyak, dan metal, seperti emas, nikel, dan timah, masih akan atraktif bagi pelaku pasar tahun depan. Demikian juga saham produsen minyak kelapa sawit (CPO)
Faktor utama yang mendukung adalah tren kenaikan harga berbagai komoditas tersebut di pasar dunia. Selain itu, beberapa perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksinya pada tahun depan. "Investor akan menilai saham sektor pertambangan akan memberikan capital gain yang tinggi," ujarnya Alfiansyah memperkirakan saham-saham pertambangan yang bakal menarik minat investor pada tahun depan antara lain saham PT Aneka Tambang Tbk., PT International Nickel Tbk., PT Bumi Resources Tbk., PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk., dan PT Medco Energi Internasional Tbk.
Chief Economist Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, saham-saham sektor tambang dan agrobisnis akan menjadi penggerak indeks pada tahun depan. Permintaan serta harga komoditas yang tinggi di pasar dunia membuat saham sektor pertambangan dan perkebunan menarik bagi investor.
Dia juga optimistis pasar saham di Bursa Efek Indonesia pada 2008 masih akan tumbuh secara signifikan, kendati pertumbuhan itu tidak akan secepat dan setinggi kenaikan tahun ini.
Menurut Yudhi, optimisme itu didasarkan pada kondisi fundamental ekonomi yang bagus serta suku bunga yang terus turun. Faktor itu akan mendorong investor mencari alternatif untuk berinvestasi selain deposito.
Turunnya suku bunga Bank Indonesia (SBI) berimbas pada turunnya bunga deposito. Kondisi ini, kata Yudhi, membuat deposito menjadi tak begitu menarik dan membuat investor mencari alternatif berinvestasi. "Pasar saham menjadi alternatif utama bagi investor untuk berinvestasi karena kondisi pasar saham tahun ini sangat menguntungkan," katanya.
Sepanjang-2007, menurut data Bloomberg, sektor saham pertambangan memberikan tingkat pengembalian (return) investasi saham paling tinggi, mencapai 240,91 persen, dibandingkan dengan return saham di sektor usaha lainnya.
Data ini ditunjukkan oleh return indeks saham sektor pertambangan periode 28 Desember 2006-19 Desember 2007. Selanjutnya, pemberi return kedua tertinggi dipegang indeks saham sektor agrobisnis dengan nilai 115,39 persen.
|