Family Adventure - Kalsel Kaltim

diposting oleh dandrian pada Sabtu - 02 Aug 2014

Borneo Adventure. Banjarmasin Balikpapan Perjalanan Darat dan Singgah di Samarinda pulang pergi PP vice versa.
Petualangan kali ini Kami bersama anak anak sepakat untuk menuju Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Starting Point kami adalah berangkat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sudah menjadi kebiasan anak anak bahkan menjadi mekanisme wajib, sebelum berpetualang mereka tidur lebih awal satu hari sebelumnya, sehingga mereka tidur cukup dan target kami dalam perjalanan malam mereka bisa tidur agak larut sembari menikmati perjalanan malam dan melihat aktifitas malam hari di kota kota dan desa desa yang kami lewati, karena kami selalu membiasakan untuk memulai perjalanan di malam hari.

Kenapa malam hari? Bagi yang sudah sering melakukan perjalanan malam hari di Indonesia, tentunya sudah tahu, banyak sekali keutungan melakukan perjalanan di malam hari, seperti: Jalanan lebih sepi, Motor dijalan tidak banyak bahkan di jalur luar kota tidak ada, Mobil pun lebih sedikit, Kendaraan dari depan lebih cepat dapat dikenali dengan bias cahaya lampu yang terpendar ke arah atas, begitu juga dari arah belakang. Namun pilihan perjalanan malam atau siang kembali ke diri masing masing, pilih yang lebih nyaman saja untuk anda lakukan. sekali lagi ini adalah adventure, berpetualang, mengajak dan mengenalkan kepada anak anak whatever they see, whatever they assume, broader knowledge selama diperjalanan... Jika liburan, tinggal menabung, naik pesawat, beres, 1 jam kurang sampai :)

Tips perjalanan malam dengan keluarga (membawa anak anak), lihat disini

Memulai Petualangan, Adventure kami bersama Anak Anak (Kakak FaYa, Uda ALFi, Uni Salsa)

Selasa 17.30
Kami mulai berangkat dari Banjarmasin pukul 17.30 sore, setelah Shalat Ashr, semua peralatan, perlengkapan dsb sudah siap dan Bismillah kami mulai berjalan. Anak anak dalam status masih segar, kenyang dan belum gerah.


Tampak di sisi kanan project Flyover di perempatan gatot-a yani banjarmasin yang belum jadi jadi juha (per july 2014)

Selasa 18.30
Kami memasuki Banjarbaru, dan selama perjalanan tidak begitu macet, hanya padat saja. Biasanya jika sepi dapat ditempuh 45 menitan.

Selasa 18.45
Kami sampai di Martapura, setelah meneruskan perjalanan beberapa menit berhenti sebentar untuk Shalat Maghrib, dan anak anak pun ke toilet

Selasa 19.30
Sampai di salah satu daerah sebelum masuk Rantau, tepatnya Binuang Kec. Tapin, kami berhenti lagi di Masjid Asy-Syuhada untuk Shalat Isya dan setelahnya anak anak makan di mobil.

Selasa 21.00
Sampai di Kandangan, dan disini banyak tempat makan terutama Ketupat Kandangan nya yang terkenal dan DODOL ....! Ya, Dodol kandangan, dan uniknya merk dodolnya dibuat menggunakan nama si pembuat, seperti Dodol Ibu X, Dodol Mama Y dll hehe, lucu dan unik.

Selasa 22.00
Kami melewati Barabai dan kemudian Paringin

Selasa 23.30
Kami sampai di Tanjung, Tabalong dan mencari tempat makan yang buka sembari beristirahat, Namun disini mencari makan dimalam hari, diatas jam sebelas malam tidak gampang, setelah berputar putar dan hampir menuju kota nya, alhamdulillah bertemu penjual Nasi Goreng, karena target kami adalah Nasi. Ternyata Nasi nya habis, dan hanya ada Mie Goreng. Setelah kami berdiskusi dan juga bertanya ke Anak anak, akhirnya semua setuju Mie Goreng, dan alhamdulillah bekal nasi masih banyak dan masih hangat karena disimpan dalam tupper ware.

Melewati Hotel Aston Tanjung - hmm, walaupun sudah deal dengan H dan gm I... terus jalan saja karena tidak bisa spent waktu disana
Tadinya kalau sampai siang/pagi, anak anak minta cobain berenang di kolamnya, mumpung terhitung masih baru selesai.

Rabu 00.30
Setelah selesai makan, istirahat dan ke Toilet kami melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Kalsel Kaltim, nah salah satu pengalaman seru dalam petuangan kami disini. Tanjung adalah daerah sebelum memasuki perbatasan dua propinsi tersebut, sekitar 30 menit arah keluar kota tanjung, mulailah menemui jalan yang menanjak dan menurun dan kendaraan pun berjalan di atas sungai kering ...! Sungai Kering ..? Ya, sungai kering! 

Sungai Kering yang dimaksud tersebut adalah Jalan Propinsi, atau Jalan Lintas, namun apa dinyana, jalanan tersebut telah berubah wujud keadaannya seperti sungai kering, yang berbatu, berlubang besar dan tidak terlihat aspal nya sedikit pun. menggunakan kendaraan roda 4, kecepatan tempuh hanya maksimal 20 km/jam saja! dan di banyak titik anda harus berjalan 5km/jam dan plus ngerem. Kalau tidak, resiko per atau suspensi patah atau ban kempis dsb, dan penumpang pun akan seperti sarden jika anda paksakan melintas dengan kecepatan lebih dari itu, walaupun menggunakan kendaraan tinggi dan 4wd seperti Ford Ranger, Hilux, Pajero, Strada, dsb, lebih baik jangan coba coba, kecuali anda sendiri dan tidak memikirkan bagaimana melanjutkan sisa perjalanan apabila ada yang salah pada kendaraan seperti suspensi patah, undercarriage problem dan lain sebagainya.

Entah apa yang ada di pikiran para pejabat dan pemerintah Kalsel dan Kaltim, setelah melihat di GPS, jalanan sungai kering ini berada didaerah perbatasan dan mungkin berstatus-quo, apakah karena perbatasan, jadi saling menunggu atau siapa yang duluan saja yang memperbaiki, mungkin saling menghemat dan tidak mau keluar duit APBD masing masing... ? Betapa menyedihkan kondisi jalan propinsi seperti ini, apalagi digunakan sebagai satu satunya rute transportasi antar kalsel dan kaltim. Semoga segera mendapat perhatian dari pemerintah kedua propinsi hebat ini.

Setelah melewati daerah perbatasan dan masuk ke wilayah kaltim, bertemu kota/daerah Muarauya dan jalanannya sudah normal ... dalam hati, alhamdulillah.... mantap! ups, ternyata, hanya beberapa km saja, mungkin tidak lebih 2 km, kembali jalan hancur, dan tidak lebih dari seperti sungai kering!

Petualangan kami di sungai kering mulai berakhir seiring dengan terdengarnya adzan subuh, dan disebuah kota/desa yang namanya LONG apa gitu, kami berhenti shalat subuh dan sembari mendinginkan kendaraan serta cek semua kaki kaki kendaraan.

Setelah shalat subuh, lanjut perjalan dan alhamdulillah kami sudah menemui ASPAL ... ya ASPAL, namun petualangan ini menjadi semakin seru ketika dalam perjalanan bertemu sumur (lubang besar) ditengah jalan, dan kiri kanan jalan, karenanya didaerah ini harus penuh kehati hatian, jangan pernah lebih dari 40 km/jam karena banyak sumur yang menjebak. Selain sumur, ditengah jalan akan ada pohon serta ban besar juga yang ditaruh oleh penduduk sebagai tanda bagi pengendara untuk berhati hati.

Rabu 05.00
sampai di daerah Kuaro, alhamdulillah jalan sudah kembali normal, walaupun bergelombang dan masih ada beberapa jebakan batman ditengah jalan (lobang). disini kecepatan sudah bisa sampai dengan 80km/jam

Rabu 06.00
sampai di daerah Penajam, dan sepertinya Air so (sudah) dekat, dan kondisi jalan normal (jarang berlobang)

Rabu 06.30
kami sampai di pintu gerbang ASDP penyebrangan ferry roro ke balikpapan, yaitu Panajam. Karena harus melintasi kawasan muara sungai yang membelah Panajam dan Balikpapan. jika melewati jalan darat bisa juga, namun jalannya memutar sekitar bertambah 100km lebih lagi, dengan estimasi kondisi jalan yang (pasti) tidak baik, kemungkinan dapat memakan waktu 3-4 jam dan lebih lama lagi.

Ongkos penyebrangan dengan kendaraan roda 4 dari Panajam ke Kariangan adalah sebesar 193.000 (seratus sembilan puluh tiga ribu rupiah), harga per bulan Juli 2014. Sebelumnya kami browsing di Internet harganya 115 ribu sekian, ditahun 2012 an dari sebuah sumber di internet. Kemungkinan karena kenaikan BBM dan lainnya sehingga tingkat inflasi dalam beberapa tahun terakhir sehingga kenaikannya cukup drastis.

Menggunakan ferry roro, perjalanan ditempuh selama 60 menit saja, dan ketika kami masuk alhamdulillah tidak ada antrian panjang dan alhamdulillah langsung disuruh masuk kapal, dan dipandu dengan baik sampai kendaraan parkir didalam kapal. Disini pemandu dan ABK nya ramah ramah dan baik, tidak seperti ketika pengalaman kami naik ferry roro banyuwangi ketapang dan sebaliknya, ABK dan pemandu nya kasar, ogah ogahan dsb, kemungkinan besar harus diberi tip (uang) baru melayani dan meng-guide kendaraan masuk/keluar dari ferry dengan baik? 

Disini perut mulai terasa lapar, mencoba tidur pun tidak bisa, ya sudah persis anak anak bangun, bawa ke dek atas tempat penumpang, ternyata ada yang jualan bakso dan mie ayam. hmm, lumayan, kami sekeluarga makan bakso+telur bulat yang masih panas. Diatas kapal ferry roro harga bakso 20 rb per porsi, beberapa waktu kedepan harga pasti naik. tips bagi backpacker atau berpetualang bersama keluarga, tanyalah dulu harga makanan jika tidak ada labelnya, jangan sampai terjebak setelah makan diberi tahu harga sekian, belajar dari pengalaman.

Jangan lupa menikmati keindahan pemandangan selama penyebrangan, bagi yang suka foto, banyak sekali spot dan moment indah yang sayang jika dilewatkan

Uda ALFi bobo' - kecapekan habis menemani Papa nya dan bertugas sampingan menjadi Navigator

Kakak dan SalSa lagi makan kue lagi, setelah makan bakso di deck atas kapal ferry roro

Oh ya, ini ticket penyebrangan ASDP Panajam Karingau (per july 2014)

Rabu 07.30
Alhamdulillah, persis 60 menit ferry roro sandar dan kami sampai di Kariangan (pelabuhan di sisi balikpapan), dan melanjutkan perjalanan lagi menuju kota balikpapan. ups, hati hati, disini jalanan tidak normal (lagi), dan banyak sekali jebakan batman, tapi tidak seperti sungai kering kok, masih terlihat aspal nya. yang penting hati hati. Setelah 15 menitan sampai di sebuah pertigaan, ke Kanan Balikpapan dan ke Kiri Samarinda. 

Kami teruskan perjalanan menuju Balikpapan, dan menjelang pusat kota menjumpai rumah makan ponogoro, masakannya masih berasap, pilihan menunya masih banyak dan artinya masih panas. karena jam segitu jarang jarang warung / restoran padang buka. Setelah makan, isi Fuel kendaraan Full dan melanjutkan perjalanan meniti kota balikpapan.

Rabu 08.30
Melintas di Jalan Sudirman Balikpapan, kesan pertama sampai di kota ini, adalah lebih teratur dan cukup bersih daripada kota lainnya di kalimantan. Kota ini kontur tanahnya mirip Bandung, Batam dan Tanjung Pinang Kepri, karena kontur yang berbukit bukit dan jalanan turun naik. Dibandingkan dengan Banjarmasin, kota ini lebih bersih dan teratur, namun jika ditanya kualitas pemeliharaan jalan raya, Banjarmasin hebat, lebih baik. Di Balikpapan kerapian kota ini terlihat dari separator jalan yang bersih, di cat, trotoar, pepohonan dipinggir jalan dan rambu rambu lalu lintas yang cukup terpasang dengan lengkap. Semoga pemerintah setempat lebih peduli dengan kualitas jalan, karena sangat berhubungan dengan keselamatan pengendara dan juga pejalan kaki.

Kemudian melintasi Plaza Balikpapan, Taman Bekapai, Masjid Raya yang megah, dan kami teruskan sampai ke ujung jalan sudirman melihat bandara new sepinggan yang megah, karena masih satu jalan Sudirman. Dan balik arah lagi, kemudian sampailah disalah satu tujuan petualangan kami kali ini yaitu Pantai Kemala. Alhamdulillah pantai masih sepi dan belum panas terik matahari, gelar tikar dan semua perlengkapan akhirnya saya mencoba untuk tidur, karena selama penyebrangan ferry roro mencoba tidur, tidak bisa. sementara anak anak dan mama nya sudah cukup tidur dalam perjalanan malam sampai subuh.

Jalan Sudirman, Balikpapan - Kota yang Bersih, Rapi dan Tertata dengan Baik

Masjid Raya Balikpapan

Bandara new Sepinggan Balikpapan, awesome building and new facility

 

Pantai Kemala, Balikpapan (masih di Jalan Sudirman)

Cerita lengkap nya di Pantai Kemala, Balikpapan silahkan lihat disini

Rabu 14.00
Ya, jam 2 siang barulah anak anak mau keluar dari pantai dan kami pun mencari makan siang, dan bertemu restoran padang UPIK. dalam bahasa padang seharusnya Upiak yang artinya Mbak. sayangnya tidak ditulis nama si Upik nya, hehe. Sepertinya cukup terkenal dan pelanggannya ramai, taste rasanya juga lumayan. Namun disayangkan tidak ada samba lado (sambal atau cabe). Bukanlah Restoran Padang jika tidak ada samba lado dalam menu wajibnya, alasan pegawainya habis Pak. Apapun itu, syukur alhamdulillah, makanan ya makanan, makanan adalah rezki dan berkah, maka nikmatilah ...

Rabu 15.30
Salah satu kesalahan kami yaitu tidak mencari informasi penginapan, biasanya kami selalu siap sedia dan semua informasi dan nomor telfon sudah dikantongi. Cukup lama, hampir 1 jam mencari di internet, dan setelah telp penginapan sana sini, barulah mendapatkan kamar yang kami inginkan. Pada hari itu masih peak season, jadi penginapan / hotel banyak penuh dan yang available kelas suite keatas, yang tidak sesuai dengan budget kantong kami. setelah mencari informasi guest house di jalan sudirman, langsung showing / melihat kamar dan sepertinya yang availabe kurang "sehat". Bukan dari sisi fasilitas atau bentuknya, tapi higenitas nya yang terpenting, walaupun guesthouse tersebut rapi dan fasilitas didalam kamar lengkap, namun bau nya apek, lembab. hmm, dalam hati, this is not fair for my family.

Setelah pencarian 30 menit kemudian, alhamdulillah kami mendapatkan kamar deluxe di salah satu hotel di jalan sudirman, zurich hotel nama nya, rate nya make sense dan pas di kantong, dan ada Promo. Namun sayangnya tidak ada kolam renang nya Pak, belum ada kata resepsionis nya, cukup ramah. Ok, kami Langsung check in, karena tujuan di penginapan dalam petualangan kami adalah istirahat. Langsung istirahat, memulihkan fisik dan stamina.

Hotel Zurich Balikpapan

Sekitar jam 12an malam anak anak kebangun, dan minta makan. Ya, belum makan malam hehe. Akhirnya jalan keluar, namun tidak ada tempat makan disekitar penginapan tersebut. akhirnya balik lagi dan ambil kendaraan dan mutar balikpapan sembari melihat kegiatan kota ini dimalam hari. Anak anak minta ayam goreng tepung, yang merk M itu (tidak perlu disebutkan disini ya). Dan untuk kami, Nasi Goreng. Balik ke penginapan, dan makan di hotel. hmm, alhamdulillah Nasi Goreng nya mantap! paten dan keren nasi goreng nya, taste nya beda dari nasi goreng di kota kota lain yang kami singgahi. Nasi goreng tersebut di jalan apa kami lupa, namun letaknya di seberang hotel budiman (1 blok dari jalan sudirman). 

Kamis 02.00
Tidur ... Zzzzzzzzz

Kamis 10.00
Pagi hari setelah sarapan dan persiapan memulai petualangan lagi, karena next target adalah Samarinda.
dari view kamar penginapan kami, dapat langsung terlihat Balikpapan Super Block yang cukup besar, dan masih terus dalam proses pengembangan ke sisi belakang nya (pantai)

  

Kamis 13.00
Kami check out, Dan anak anak request melihat Mall Balcony yang view nya Laut. Ok, kita kesana. Ternyata tidak beda seperti di Banjarmasin, untuk masuk Mall nya antri, dan Parkir nya pun harus mutar mutar 7 keliling baru dapat slot parkir yang kosong. Alhamdulillah keinginan kesampaian juga, dan setelah melihat laut kami lanjut ke hypermart untuk menambah perbekalan, Air kemasan, Jus Kotak, Roti dan Antangin.

Sea View Mall Balcony Balikpapan

Kamis 15.00
Meninggalkan Mall tersebut, kami singgah di Taman Bekapai yang bersih dan rapi sekali. Foto Foto dulu. Kemudian kami lanjut ke arah Teritip, karena next target adalah melihat Tempat Penangkaran Buaya. Persis sebelum bandara, sebelah kanan (jan 2 row) kami putar arah, karena belum makan siang, dan ketemu lagi dengan salah satu cabang Rumah Makan Padang UPIK seperti kemaren. Alhamdulillah kali ini disana ada Samba Lado (cabe). 

Taman Bekapai Balikpapan Kaltim - ups kelihatan Logo Sponsor
  

Kamis 16.00
Perjalan kami lanjutkan dan disisi kanan jalan melihat lagi Bandara New Sepinggan yang katanya sekarang paling bagus dan nomor 1 fasilitas nya se-indonesia... oh ya? memang dari jalan arsitektur dan bentuk bandara nya sangat bagus, artistik dan green program bandara nya benar adanya karena dinding dan atap bangunan nya dari kaca.

Kamis 16.45
Selama perjalanan menuju Teritip kami melintasi tempat wisata lainnya di kaltim, yaitu Pantai Manggar dan Pantai Ambalat. Karena mengejar waktu, dan karena memang tidak masuk dapat target list kami, ya tidak disinggahi, mungkin next time.

Cerita lengkap di Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan silahkan lihat disini

Kamis 17.45
Setelah puas di Teritip, Penangkaran Buaya, kami lanjut perjalanan menuju Samarinda. Kami menggunakan jalur jalan arah samboja, jadi keluar ke jalan besar (dari penangkaran kami belok kanan) meneruskan jalan Mulawarman, jadi kami bukan ke kiri, dimana jalur umum ke samarinda adalah ke balikpapan dulu dari ke jalan luar kota menuju samarinda. Ya itulah petualangan, dalan petualangan kami berprinsip tidak perlu mengikuti cara cara mainstream atau cara umum, ya cari jalan sendiri. Bermodalkan GPS, kami telusuri jalan Semoa tersebut dan alhamdulillah pemandangannya ketika sunset Subhanallah... Namun hati hati ya, jalanan nya cukup banyak jebakan batman nya.... ( sepertinya sudah lazim di kaltim jalanan tidak menjadi prioritas utama? semoga segera menjadi perhatian pemerintah, lagi lagi karena jalanan sangat berhubungan dengan safety keselamatan pengendara, baik roda 2 dan roda 4 bahkan pejalan kaki )

Setelah perjalanan 30 menitan dari Teritip, bertemu simpang tiga Samboja kami belok kiri, ada petunjuk arah jalannya ke samarinda. setelah 40 menitan bertemu lagi simpang tiga, ke kiri balikpapan (jalan soekarno hatta) dan ke kanan samarinda. dalam perjalanan arah ke samarinda jalannya juga turun naik, mirip batam, turun.... kemudian naik dan jalanannya lurus, alhamdulillah perhatian pemerintah untuk jalan cukup baik, karena banyak proyek pengembangan dan pelebaran jalan. sekitar 1.5 jam perjalanan barulah kami bertemu jalanan turun naik dan berbelok belok, perbukitan dan pegunungan, perlu namanya pegunungan soeharto, ehati hatian untuk pengendara di jalanan ini, karena banyak tikungan tajam dan tiba tiba turunan atau tanjakan.

berjalan di malam hari cukup ideal untuk keadaan jalan seperti ini, terlebih baru menempuh pertama kali. Setiap 1/2 jam dapat ditemukan tempat istirahat dikiri kanan jalan, dan jalanan seperti ini akan ditemui sampai masuk ke kota samarinda.

Kamis 22.30
Kami sampai di perbatasan kota samarinda, dan ada petunjuk arah nya, kami belok kanan dan bertemu jalan 2 row. Dan beberapa saat kemudian bertemu gerbang selamat datang di kota samarinda. beberapa saat kemudian belok kanan (disebuah jalan turunan yang cukup tinggi, dan langsung belok kanan), dan kemudian belok kiri bertemulah jembatan mahakam. Di jembatan ini cukup sering terjadi kemacetan panjang, karena aparat menggunakan sistem buka tutup jalan dari kedua sisi. Alhamdulillah, ketika kami melintasi jembatan ini tidak terjadi sistem buka tutup, kami langsung dapat melintasi jembatan ini. Total perjalanan darat Balikpapan Samarinda lebih kurang 3 jam. Kamipun disambut oleh Jembatan Mahakam nan mempesona, terima kasih Samarinda! 

Tepasang pada welcoming side jembatan tersebut, Membangun Kaltim Untuk Semua - Mantap! diPercepat ya Bapak Ibu di Pemerintahan Kaltim semoga Kaltim lebih maju lagi

Target di samarinda adalah bertemu dengan salah satu sahabat yang sudah menjadi saudara kami juga ketika di tembagapura, om Yuyun. beliau bekerja di Trakindo site KPUC. Lama tak basuo, ternyata sudah memiliki 2 orang putri yang cantik cantik dan lucu, afra dan zura. Kami dipandu arah kerumahnya, nama daerah nya air hitam, didekat jalan pangeran antasari. Alhamdulillah tidak berselang lama kami menemukan jalan kerumahnya, dan sampai dengan selamat, dan perasaan sangat lega karena sudah lama tidak bertemu, dan kami pun bisa istirahat sejenak sambil berbagi cerita.

Setelah istirahat 1 jam, dan setelah mendapatkan informasi terbatasnya tempat wisata yang dapat dikunjungi di Samarinda, kami putuskan untuk kembali ke balikpapan. karena sebatas yang diketahui saudara kami (mereka baru menetap disana 3 tahunan), tempat wisata di samarinda hanya tepian sungai mahakan dan kebun raya. selebihnya harus ke arah kutai kartanegara, tenggarong atau bontang. Dan juga arah ke kukar kutai kartanegara menyebrang harus menggunakan ferry karena jembatan yang putus masih belum selesai proses pembangunannya. 

Ok, well, akhirnya kami coba menikmati suasana malam di samarinda dan melihat spot spot tempat keramaian di samarinda. Kontur tanah kota samarinda, mirip dengan balikpapan atau bandung, berbukit bukit dan jalanan turun naik. Oh ya, jalan di samarinda juga perlu perhatian lebih dari pemerintah, karena di beberapa spot cukup banyak lubang dan rawan banjir. 

Kami dibawa ke tepian mahakam, sungai mahakam yang indah dan luas nya bukan main, serta mengunjungi islamic center samarinda, serta dibawa ke top view samarinda dan melihat salah satu komplek perumahan disana, citra land. setelah berputar putar cukup lama, dan melihat suasana kota samarinda yang sangat indah, kami kembali ke rumah saudara tersebut dan kemudian memutuskan tidak menginap di samarinda dan balik ke arah balikpapan, thanks Om Abi Yuyun dan Umi Afra & Zura ...

Patung Kuda, Citraland Samarinda

Islamic Center Samarinda nan Megah

  

 

Perjalanan Kembali menuju Banjarmasin (dan mengambil rute yang berbeda, via Tanah Grogot, Batu Licin, Banjarmasin)

Jum'at 01.00
Setelah beristirahat cukup, kami berdiskusi dan dengan anak anak, akhirnya kami putuskan untuk kembali menuju Banjarmasin. Anak anak sudah mulai tertidur, dan perjalanan kembali menuju banjarmasin harus kami lewati lagi jalan perbukitan dan pegunungan menuju Balikpapan, namun tidak sampai ke kota Balikpapan, karena 15 menit sebelum masuk balikpapan kami belok kanan menuju pelabuhan penyebrangan ferry Karingau. Dalam perjalanan kembali, alhamdulillah tidak terlalu padat jalan, tidak banyak kendaraan bis dan truck, dan alhamdulillah kami sampai di Karingau dalam waktu 3 jam. 

Jum'at 03.30
Tidak terlalu lama menunggu, kami langsung naik Ferry penyebrangan dari Karingau ke Panajam, dan ongkos ferry untuk kendaraan roda 4 adalah rp 189.000 ribu rupiah (per july 2014), dan dalam penyebrangan kali ini kendaraan yang menyebrang cukup penuh, dan sesak, walaupun masih subuh.

Ferry siap sandar di Pelabuhan Panajam

Jum'at 04.30
Persis 60 menit, alhamdulillah kami sampai di pelabuhan Panajam dan turun dari ferry dan melanjutkan perjalanan menuju simpang tiga Kurau, karena dalam perjalan balik ke Banjarmasin kami ingin mencoba rute baru, walaupun jaraknya lebih jauh 200km. Rute yang kami tempuh yaitu dari simpang kurau, umumnya arah ke banjarmasin (kalsel) belok kanan, tapi kami lurus menuju arah tanah grogot, kabupaten paser, dan dengan harapan jalannya bukan sungai kering lagi...

Jum'at 06.30
Kami sampai di simpang tiga Kurau, dan ambil lurus menuju Tanah Grogot, dan alhamdulillah Jalannya tidak separah kalau kita ambil jalur kanan, karena jalan disini lebih baik, walaupun masih ada lubang di kiri kanan jalan, tapi masih terlihat aspal!

Ke kanan adalah rute umum menuju Kalsel

Jum'at 07.30
Dalam perjalanan kami disambut Sunrise, subhanallah sangat indah sekali.

Kemudian kami sampai di Tanah Grogot, Kotanya, dan melihat UNGU, serba UNGU. Ya, hebat....

Kepenatan dan kelelahan kami terobati dengan melihat keindahan kota Tanah Grogot ini, semua bangunan permerintahan, marka jalan, jembatan, trotoar, bench danau (telaga ungu), pohon dan lainnya di cat UNGU, ya warna JINGGA. Ini pertama kalinya kami melihat sebuah kota yang dibuat sedemikian rupa, sehingga semua nya berwarna seragam. Kotanya bersih, rapi dan tertata dengan baik, lampu jalan dan kondisi jalan yang sangat baik, tidak ada yang rusak. Hebat.

Jalan disekitar Telaga Ungu, Tanah Grogot, Paser - Kaltim

Jalan didalam Kota

  

Kantor Bupati Paser

Serba Ungu

Makam Raja Raja Paser

Jum'at 8.30
Diperbatasan kota tanah grogot, mulai ditemui beberapa jalanan yang rusak. Namun disini lebih baik, karena terpasang tulisan Jalan Rusak, ada tanda tanda yang dipasang, sehingga tidak mencelakai pengendara. Alhamdulillah dengan adanya tanda ini, pengendara dapat mengantisipasi jika didepan ada jalan rusak

Selama perjalanan menuju perbatasan kalsel, di kabupaten paser ini sangat banyak lokasi tambang dan lokasi kebun sawit, dikiri kanan sampai pegunungan terlihat sawit... semoga pemiliknya asli indonesia dan memberikan manfaat besar bagi penduduk sekitar, tidak keuntungan sepihak.

Keindahan daratan tinggi kabupaten paser. ada yang masih ingat gambar ini mirip apa? bagi yang masih ingat, default wallpaper windows XP, ada gambar seperti ini bukan? Alhamdulillah, ternyata di Indonesia, khusus nya Kaltim ada pemandangan tersebut!

Jum'at 9.30
Kami memasuki batas propinsi Kaltim Kalsel, dan Alhamdulillah.... perbedaannya langsung terasa, yaitu jalanan sudah mulai baik, tidak ada lagi ditemui jalanan yang berlobang dan rusak. salut deh untuk pemerintah kalsel. Beberapa saat kemudian kami bertemu tugu tanda masuk ke kabupaten kotabaru (darat), kota sengayam.

  

Mulai di Sengayam sampai terus ke Batu Licin, jalan mulus lus, aspal hitam membuat perjalanan lebih nyaman.

Nah, mulai di Kalsel ini jangan heran jika bertemu dengan Underpass, kondisinya seperti ini. Underpass dibuat supaya jalur Hauling / Truck Tambang tidak masuk ke jalan publik.

sekitar 1 jam perjalanan dari perbatasan, kami memasuki daratan tinggi kalsel, pegunungan meratus, dan pemandangannya subhanallah, indah sekali. Dapat ditemui disepanjang perjalanan batu batu cadas kapur menjulang tinggi, saya jadi ingat Zebra Rock di pegunungan Cartensz, Papua.

Jum'at 11.30
Kami sampai di kota Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu. Namun sangat disayangkan landmark tulisan Batu Licin yang sangat bagus tersebut, disisi kiri jalan tidak dapat digunakan untuk berfoto karena menjadi tempat antrian solar! Namun demikian kami coba masuk ke jalan pelabuhan ferry, sekedar melihat aktifitas penyebrangan kapal roro Batu Licin ke KotaBaru

Anak anak berfoto di Masjid Jami At Taqwa Batu Licin

Pemandangan hamparan sawah dan dibelakangnya Pantai, ketika meninggalkan kota batu licin, menuju jalan arah ke sungai danau

Pantai Pagatan Batu Licin, Tanah Bumbu

Jum'at 15.30
Kami sampai di tujuan berikutnya, Pantai Angsana. Gerbang masuknya (dari arah batu licin) di sebelah kiri jalan, dan perlu kehati hatian, karena tulisannya tidak besar. Dan menuju ke Pantainya, dari gerbang perlu masuk lagi menjalani Jalan Dirt / Tanah selama 20 menitan, dan dikiri kanan nya terdapat kebun sawit yang sangat lebat! 

ulasan dan cerita tentang pantai angsana dapat dilihat disini.

Jum'at 17.45
Kami meninggalkan Pantai Angsana dan meneruskan perjalanan menuju Banjarmasin. dari Pantai Angsana, kemudian masuk ke daerah Sungai Danau, kemudian Jorong, Pelaihari, Banjarbaru dan Alhamdulillah kami sampai di Banjarmasin pukul 22.30.

Memang karena waktu yang terbatas tidak semua tempat wisata dan daerah di kaltim yang dapat kami kunjungi dalam petualangan kali ini, karena masih banyak lagi tempat tempat wisata keluarga dan rekreasi di kaltim, negeri yang kaya sumber daya alam nya dan indah.

Alhamdulillah, selama perjalanan kami dan anak anak tidak ada kurang satu apapun, Total perjalanan pulang pergi sejauh 1,597 kilometers, dan anak anak sangat puas dengan perjalanan petualangan kali ini, sampai bertemu dalam petualangan kami berikutnya, jawa - sumatera dan insyaAllah mencoba traveling / petualangan darat ke negeri negeri tetangga, aamiin.

Berapa waktu tempuh lamanya perjalanan?
Jarak antara Banjarmasin dan Balikpapan lewat Tanjung lebih kurang 490 km total waktu tempuh 12 jam (relatif)
Jarak antara Banjarmasin dan Balikpapan lewat Batu Licin lebih kurang 620 km total waktu tempuh 15 jam (relatif)
Jarak antara Balikpapan Samarinda lebih kurang 100 km total waktu tempuh 4 jam (relatif)
Jarak antara Banjarmasin dan Samarinda total waktu tempuh 16 jam (relatif)

So? Jika anda ingin menikmati pemandangan yang super indah dan tiada duanya dengan kompensasi waktu tempuh lebih lama, ambil rute ke Batu Licin. 
Salam Petualang

See our trip routes here

Family Adventure to East Borneo on Tripline

sudah dibaca pengunjung 16850 kali

copy paste? silahkan, tidak dilarang. Tapi minta tolong supaya dicantumkan link sumbernya, anda lebih keren.

Share to Facebook


COMMENTS [13]
terimakasih Sharingnya,
untuk ke Kandangan, ada nggak via batulicin?
posted by rachmad--222.124.144.241 on 30 Sep 2017 22:43

@tiefa, tidak, hanya bayar kendaraan saja dan pls check email ya. have fun dan selamat sampai tujuan.
posted by admin--118.97.201.154 on 27 May 2016 04:00

Wah infonya sangat detail dan bermanfaat bgt nih..kebetulan lebaran bsok mau ke samarinda via darat..

Btw naik kapal ferry nya bayar permobil aja ya? Untuk penumpang gk kena charge?
Mohon infonya yaa pak..makasi
posted by tiefa--114.79.29.75 on 26 May 2016 01:46

@Mas Gusti,
lewat BatuLicin lebih kurang 1.5 kali lebih lama dibandingkan via Tanjung. Namun jikalau untuk mencari View dan Pemandangan yang Menawan pilih jalur via Batu Licin
posted by admin--118.97.201.154 on 21 Dec 2015 23:45

Perbedaan waktu tempuh antara rute via tanjung dan batulicin berapa lama ya? Dan rute lebih enak yg mana?
posted by Gusti--112.215.36.143 on 21 Dec 2015 05:46

tarimo kasih dunsanak afri sudah singgah di blog kito. happy travelling, hati hati dijalan, selamat sampai tujuan yo
posted by admin--110.137.75.175 on 14 Jul 2015 14:00

Tarimo kasih infonya Da. Sangat membantu, rencana rayoko dari Banjarmasin nio ka Balikpapan...
posted by afri--192.168.3.63 on 13 Jul 2015 22:48

Terima Kasih Pak @iwan pudjo sudah singgah di blog kami. Salam Petualang :)
posted by admin--118.97.201.154 on 20 Apr 2015 19:19

Luar biasa pak, petualangan yg sulit dibayangkan. apalagi membawa keluarga.Anak-anak yg hebat.Salam dari banjarmasin... salut !
posted by iwan pudjo--36.83.31.227 on 20 Apr 2015 14:07

terima kasih infonya mas..
salam kenal salam travelling :-D
posted by riza zulkhair--114.121.152.248 on 28 Mar 2015 23:14

Mas @eko zunus alim, terima kasih feedbacknya. sangat membangun dan memberi motifasi kepada kami perlunya membehani lagi layout website sesuai perkembangan teknologi saat ini.

mas @riza zulkhair,
kalau di kota banjarmasin, tempat wisata/kuliner tidak begitu banyak, yang ada di Banjarmasin seperti Tepian Sungai (Siring), Pasar Terapung. kalau di luar kota banjarmasin, banyak. untuk lengkapnya, coba buka aja halaman depan padusi.com

safe trip, well prepare dan safety first tentunya.
posted by admin--36.82.248.75 on 28 Mar 2015 08:44

pengalaman yang menarik, saya suka :-D
rencana bulan mei 2015 saya dan keluarga mau turing liburan ke banjarmasin via darat.
mohon recommend tempat2 wisata dan kuliner yg asik di kalsel.
o ya, lebih nyaman mana jalur balikpapan - banjarmasin... via tanah grogot atau lewatgunung halat?
thanks :-D
posted by riza zulkhair--114.124.32.18 on 28 Mar 2015 01:34

good job.... tapi sayang fotonya terlalu banyak. sehingga tidak bisa terbuka , jadi khayalan pembaca (khusus nya saya) g bisa terhanyut.... is ok .... saya suka artikelnya , dan di tunggu artikel selanjutnya...
posted by eko zunus alim--114.124.31.60 on 24 Mar 2015 17:08


Please Leave Your Comment Here / Kami Sangat Senang Menerima Komentar Anda
Your Name * maksimum 30 karakter
Your Email * email anda tidak akan ditampilkan / your email will be hidden
Comment *
Pesan anda akan ditampilkan setelah di cek oleh Admin
Your comment will be shown after moderated by Admin

Tulisan Terkait dengan Kategori: Family, Keluarga, Petualangan

Yawri, Alunan Merdu Musik Alam Khas Indian di Banjarmasin,    Klub Sekolah Sepakbola Anak Anak Real Madrid di Banjarmasin,    Service Toyota di Kalimantan Selatan Banjarmasin Banjarbaru,    Layanan Service Ford di Banjarmasin,    Tribute to Z Bikers and Enthusiast around the world,    its a biker`s life - parodi keseharian pemotor he he,    Thanks jQuery Bootstrap CSS3 dan Angular,    Jembatan Kebanggaan Barelang Batam Kepulauan Riau,    Penyebrangan Roro ASDP Tanjung Uban Punggur Batam,    Bintan Lagoon Bay, Wahana Baru Wisata Lagoi,    Selamat Idul Fitri 1436 H - Mohon Maaf Lahir Bathin,    Tanjung Pinang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau,    Pantai Cemara, Pulau Salak, Pagatan, Tanah Bumbu,    Bandara RHF Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang,    Alhamdulillah Menyaksikan Gerhana Bulan Lunar Eclipse ,    Kolam Renang Citra Garden Banjarmasin,    Pondok Wisata Tambak Yudha Banjarmasin,    Foto Video Kota Tembagapura Papua Freeport Indonesia,    Horee selesai juga Jembatan Layang di Banjarmasin,    Family Adventure - Jabar Jateng Jogja,    Metro Fantasi Waterpark Bandung,    Kuliner Sunda Rumah Makan Sambara,    Karnivor Bandung di Jalan Riau,    Hidden Paradise Surga Tersembunyi di Banjarmasin,    Penangkaran Buaya Teritip Kalimantan Timur,    Pantai Angsana di Tanah Bumbu Kalsel,    Pantai Kemala Balikpapan,    Allahuakbar,    Family Adventure - Jatim Bali,    Kusuma Agrowisata Park di Kota Batu Malang,    BNS Batu Night Spectacular,    Pemandian Air Panas di Kota Batu Malang,    Persiapan Acara Perpisahan SD Sabilal Muhtadin 2014,    Horay ... Salsa Wisuda,    Subhanallah, Matahari Sore yang Berkilau,    Family Adventure - Kalteng,    We are The Karate Kids,    Bikin Kapal Kapalan Ferry Roro dan Tanker,    Kunjungan Singkat ke Masjid Penyengat Kebanggaan,    BIS Banjarmasin Inline Skate,    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H,    Tips Perjalanan dan Berpetualang dengan Keluarga,    Daging Sapi di Indonesia, Dilema?,    Family Adventure - Jatim Jogja Jateng,    Free Information about Visit Indonesia,    CBR 250R Review at glance,    Ternyata ini Bakugan, Bakuka ...,    Overflow ... Pray for Tembagapura,    Tepian Sungai Martapura Banjarmasin,    Mengagumi Keindahan ciptaan Allah SWT,